BP2M Kini, dan Perasaanku...

adsense 336x280
Dear my good trash, kau tahu? BP2M kini makin sepi…
Permasalahan makin rumit aku rasakan. Seringkali keinginan muncul bagaimana aku lebih baik tak terlalu memikirkan persoalan yang hanya membuat hati makin keruh, karena objek yang menjadi permasalahan sulit dikendalikan. Tapi bagaimana sebaiknya aku fokus pada menggali wawasan dan ilmu yang bisa aku dapatkan di BP2M, sebanyak yang aku bisa. Namun, itu sulit. Secara tak sengaja dan tak terencana, pikiranku tetap dibebani tugas bagaimana
mencari solusi atas permasalahan yang ada di BP2M. Mungkin ini salah satu ritme kehidupan, yang harus aku jalani saat ini. J
Ya, aku belajar banyak dari semuanya. Permasalahan yang ada di BP2M, khususnya mengenai keanggotaan, memberiku pelajaran bahwa ternyata setiap orang memang memiliki  cara pandang yang berbeda-beda terhadap sesuatu. Dan aku harus menghargai itu. Perjumpaan dengan orang-orang yang mempunyai keberagaman dalam segala aspek ini tentu akan aku temui kembali di kehidupan mendatang, dalam keadaan yang lebih beragam bahkan.
Dengan mengetahui hal tersebut, semestinya dapat aku mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana aku jangan langsung memandang negatif pada sesuatu yang sedang aku hadapi sekalipun terlihat sudah jelas mengarah pada negatif. Semestinya aku dapat memandang sesuatu menggunakan berbagai cara pandang, dari berbagai sisi, perpektif yang tak sempit lagi, tapi berusaha memperluasnya. Kemudian kembali sadar, bahwa setiap orang punya pandangan yang berbeda. Lalu berusaha mencari alasan yang positif pada persoalan yang sedang aku hadapi tersebut. Setelah itu, aku akan menjadi sedikit lebih lega, permasalahan tak terasa berat lagi. Bersyukur dan menyerahkan segalanya pada Allah, itu membuat hati dan jiwa merasa lebih baik.
Dear, ada kawan yang pernah bercerita, dia anggota BP2M juga.
Dia pernah mengatakan, bahwa beberapa tahun terakhir ini BP2M dalam kondisi sakit, dan tahun ini sakitnya semakin parah. Entah tahun depan menjadi tahun kebangkitan atau malah kematian bagi BP2M. Begitu katanya. Pernyataan yang menggangguku sampai saat ini. Ho ho ho…
Memang sulit, sungguh. Mengubah mereka yang kontra dengan pemikiran kita menjadi pro. Kita tak dapat memaksanya. Dulu akupun begitu, tak begitu suka dengan beberapa orang yang dikatakan sebagai ‘senior’ yang selalu ada untuk BP2M, mereka terlalu serius dan kurang menghibur. Pikirku dulu.
Namun, setelah aku membuka mata, telinga, dan hati lebih lebar. Aku menjadi semakin tahu, bahwa sebenarnya yang ada dalam diri mereka baik. Bahkan mungkin kita belum mampu seperti mereka. Yang begitu peduli dengan BP2M, yang memikirkan masa depan BP2M, yang selalu berusaha membimbing adik-adiknya. Mereka tak pernah mengeluh, meski sudah tentu mereka lelah. Memikirkan solusi, mengonsep acara, untuk seluruh anggota BP2M. Demi re-generasi, demi keberlanjutan organisasi yang kami cintai ini. Organisasi yang mengajariku banyak hal.
Belum lama ini, ada kakak senior, salah satu dari yang telah aku ceritakan, dia mengungkapkan sesuatu yang cukup mengejutkanku.
“Aku akan berusaha menjadi teman yang menyenangkan bagi kalian. Jika memang harus seperti ini: aku terlihat jorok, orang-orang memandangku buruk, tak apalah. Karena biasanya jika menjadi baik, sulit dianggap. Justru dengan menjadikan diriku terlihat buruk itulah orang-orang akan menganggap keberadaanku. Biarlah… aku berbelok dari sifat asliku, dari prinsipku, dari diriku yang sebenarnya. Demi dekat dengan kalian,” begitu katanya.
Entahlah, jika menurutku, tak ada sedikitpun niatan buruk mereka untuk kita di BP2M ini. Mungkin cara dan sikap mereka saja yang selama ini kurang diterima kebanyakan anggota yang lain.
Setelah aku tahu dan mencoba memahami mereka, aku menjadi kebal, bahkan aku tak tega jika masih harus membiarkan mereka mengurusi tetek-bengek urusan organisasi, padahal semestinya mereka sudah bisa fokus pada urusan akhir kuliah mereka, meninggalkan dunia kampus dengan iringan para juniornya yang bersedia meneruskan perjuangan.

Yah, Dear, organisasi pers memang sulit. Penuh tekanan dan hanya mereka yang kuat yang mampu bertahan.

UKM BP2M, 18 Juli 2014.
adsense 336x280

4 Responses to " BP2M Kini, dan Perasaanku... "