Habiburrahman dan Bumi Cinta

adsense 336x280

Setelah membaca buku atau menonton film, biasanya penulis akan menulis resensi dari karya tersebut. Namun, kali ini saya ingin membuat berbeda. Masih seperti gaya Hipwee.com, saya ingin memaparkan fakta-fakta setelah membaca novel Bumi Cinta karya Novelis Indonesia, Habiburrahman El Shirazy atau biasa disapa Kang Abik. Siapa sih yang tak kenal Habiburrahman? Jika
teman-teman pembaca belum mengenalnya itu sangat disayangkan. Hihi.
Saya sendiri mulai mengenalnya saat di bangku Mts/SMP (telat banget ya?) Hihi. Saat itu saya membaca novel tipis dengan sampul cokelat berjudul Pudarnya Pesona Cleopatra yang entah meminjam dari mana, saya lupa. Tapi yang pasti itu keren sekali (meski lupa juga isi ceritanya) -_-. Lalu setelah itu saya menjadi penggemar karya Kang Abik dan selalu menunggu karya-karya terbarunya. (Meski selalu telat membaca karya novelnya. Maklum, pemalas. -_- )
Mungkin ada juga di antara teman-teman yang hanya mengenalnya sekilas dan tak ingin membaca karyanya karena bukan genre novel yang disukai. Namun, bolehlah teman-teman membaca apa sih yang menarik dari Habiburrahman dan novel Bumi Cinta karyanya. Oke, mari simak coretan berikut. :D

1. Terinspirasi dari Ayat Al-Quran

Pada Prolog novel Bumi Cinta, Kang Abik memaparkan bahwa novel-novel yang ditulisnya adalah hasil tadabur terhadap ayat-ayat suci Al-Quran. Dia ingin menjadikan tokoh utama dalam novelnya sebagai, “Al-Quran berjalan” atau “Al-Quran hidup” (Hmm pantesan bikin pengen si tokoh laki-lakinya, soleh banget. Ups.)
Misalnya, novel fenomenal Ayat Ayat Cinta lahir setelah ia menadaburi Q.S Az Zukhruf [43]: 67, yang berbunyi, “Teman-teman akrab (yang berkasih-kasihan) pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” Lalu ia menjadikan tokoh utama Fahri yang diperankan Feddy Nuril yang membangun cinta berdasarkan iman dan takwa. Lalu novel Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2, hasil tadaburnya dalam Q.S At Taubah [9]: 105, yang artinya, “Dan katakanlah, ‘bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya, serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu…” maka ia ciptakan tokoh Khairul Azzam yang kuliah di Cairo sambil berwirausaha; berjualan tempe dan bakso. Perjuangannya tak mudah, namun Allah menyediakan masa depan yang indah.
Bagaimana dengan Bumi Cinta? Menurut Kang Abik, novel Bumi Cinta lahir atas tadaburnya dalam Q.S Al Anfal [8]: 45-47, yang berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh-hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” Lewat tokoh Muhammad Ayyas seorang santri salaf, Kang Abik menceritakan bagaimana si Ayyas menghadapi musuh imannya dalam bumi yang menuhankan kebebasan, free seks, pornografi, dan pornoaksi, yaitu Rusia.
Nah, jika teman-teman penasaran dengan cerita lengkapnya, baca saja novelnya plus tonton filmnya. :D

 2.   Berdasarkan Riset

Dalam Bumi Cinta, begitu jelas terlihat bahwa Kang Abik menulis novel tersebut berdasarkan riset. Bukan hanya imajinasi yang mustahil ada di dunia nyata. Itulah sebabnya karya Kang Abik selalu terlihat benar-benar hidup. Sama dengan karya-karya lainnya. Lewat tokoh yang diciptakan, terlihat betapa luas pengetahuan yang dimiliki Kang Abik. Contoh paling sederhana, Kang Abik begitu detail mendeskripsikan setting lokasi hingga membuat pembaca terasa memasuki dunia tempat yang diceritakan dalam novel tersebut. Seperti nama jalan di Mesir, Rusia, Solo, Semarang, dijelaskan tanpa dibuat-buat. Dalam Bumi Cinta, pokok bahasan utama mengenai sejarah bangunan-bangunan penting di Rusia, sejarah kepemimpinan di Rusia, mengenai Bangsa Stalin-Lanin hingga kekejaman yang dibuat pada masa tersebut. Semua dijelaskan begitu detail hingga membuat tokohnya benar-benar tergambarkan sebagai orang yang cerdas.

 3. Selalu Menginspirasi

Sampul novel Bumi Cinta
(Sumber: hasanjunaidi.wordpress.com)
Menurut saya tak berlebihan jika setiap novel karya Kang Abik selalu menyelipkan kalimat “Novel Pembangun Jiwa” di bawah judul bagian sampul. Memang nyatanya begitu. Mungkin karena sejak awal Kang Abik ingin membuat karya lewat tokohnya seperti Al-Quran hidup, jadilah perilaku sehari-hari yang tercermin pada tokoh utama benar-benar sesuai aturan agama. Dalam Bumi Cinta, diceritakan bagaimana perjuangan Ayyas melawan nafsunya. Sangat sulit bagi dirinya sebagai laki-laki saat disodori pemandangan cantiknya nonik-nonik Rusia yang berpakaian tak pantas. Apalagi karena hal mendesak, dirinya harus tinggal satu Apartemen (dom) bersama dua wanita Rusia yang sering sengaja menggodanya. Diceritakan pula bagaimana Ayyas menangis dan begitu menyesali dosa-dosanya, walaupun itu bukan salah dirinya dan tak disengaja. Ayyas selalu menyerahkan semua urusan pada Allah. Hingga Allah sering menunjukkan kasih sayang-Nya lewat pertolongan yang diberikan pada Ayyas.
Bahkan, hal-hal kecil selalu Kang Abik selipkan dalam cerita. Bagaimana Ayyas memilih menjamak qashar salatnya sampai tiga hari pertama dia di Rusia karena belum cukup kuat dengan musim dingin yang sedang melanda. Setelah itu Ayyas tak boleh lagi menjamak qashar salatnya karena sudah selesai batas keringanan yang diberikan.
Perilaku keseharian yang tercermin pada tokoh Ayyas itulah dapat menginspirasi pembaca khususnya kaum muda.

 4.  Hampir Selalu Membawa nama Semarang

Kang Abik yang lahir di Semarang atau Jawa asli, sepertinya selalu ingin membawa nama daerah asalnya. Dalam Bumi Cinta, meski tidak ber-setting Semarang, tetapi Kang Abik menyelipkan cerita tentang Kota Lama, Semarang. Diceritakan ketika pertama kali keluar dari Apartemen, Ayyas berjalan menyusuri jalan Kota Moskwa yang tertata rapi.

Katedral St. Basil dibangun antara tahun 1554 s/d 1561 dan terletak di jantung Kota Moskwa
(Sumber: t0urdunia.blogspot.com)
Istana Christine di St. Petersburg
(Sumber: t0urdunia.blogspot.com)
“…Gedung-gedung kuno menghiasi kanan-kiri jalan sepanjang mata memandang. Ayyas berdecak kagum sambil terus melangkahkan kaki. Orang Rusia begitu tinggi menghargai sejarahnya. Kalau Indonesia, sungguh memprihatinkan. Hampir semua bangunan-bangunan tua di Indonesia menjadi tempat yang kumuh. Kota lama Jakarta tidak didesain sebagai daerah kebanggaan orang Jakarta. Hanya dijadikan semacam museum tua pelengkap kota saja: tidak dikelola serius dan yang penting ada. Orang lebih suka ke Ancol daripada ke kota lama Jakarta. Ia pernah ke kota lama Semarang, kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan tua di sana yang telah menjadi cagar budaya hampir setiap hari digenangi air rob yang hitam dengan bau menyengat. Gentengnya banyak ambrol, catnya sudah mengelupas di sana sini. Apa menariknya?...” (Bumi Cinta halaman 64).
Kang Abik juga membuat tokoh mantan tunangan Ayyas berasal dari Kendal, dan Ayyas sendiri orang Klaten. Lingkup Jawa Tengah seringkali ditonjolkan dalam karya Kang Abik.
Dalam novel Dalam Mihrab Cinta juga banyak tempat di Semarang yang menjadi setting cerita. Bahkan di filmnya, langsung mengambil gambar di tempat tersebut. Pemeran utama yang diperankan oleh Dude Harlino ber-setting pasar Johar, kawasan Tugu Muda, dan lain-lain. Pembuatan novel Ayat Ayat Cinta juga di kawasan Kota Lama. Kota Semarang agaknya sudah melekat dalam diri Kang Abik hingga dalam karyanya selalu terselip cerita kota Semarang, kota di mana ia dilahirkan. :D

Kawasan Kota Lama, Semarang
(Sumber: www.flickr.com)

 5. Membuat Kita Sadar Betapa Liciknya Kaum Zionis Israel

Dalam Bumi Cinta, salah satu tokoh bernama Linor adalah seorang agen Zionis di Rusia, yaitu mereka yang berdarah kental Yahudi. Mereka mempunyai misi yang kuat untuk kejayaan kaum Yahudi dan mereka dapat menempuh segala cara demi terpenuhinya misi mereka itu. Mereka ingin membuat islam tercoreng dengan tindakan tidak manusiawi yang sebenarnya adalah rekaan mereka sendiri. Cara berpikir dan tindakan mereka yang digambarkan dalam Bumi Cinta begitu mengerikan.
Saat ini mungkin secara tidak sadar langkah mereka adalah dengan memengaruhi pesatnya teknologi yang masuk di Indonesia. Pemilik stasiun televisi atau orang-orang yang berkepentingan di dalamnya mungkin saja sengaja membuat tayangan yang menarik perhatian banyak orang pada waktu salat. Orang kini lebih betah berlama-lama menatap layar gawai ketimbang membaca Al-Quran. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya. Semoga kita mampu mengontrol diri dan dapat menggunakan gawai dengan bijak.

Nah, itu dulu. Nanti jika muncul ide baru mengenai Habiburrahman dan Bumi Cinta, akan saya perbaharui postingan ini :D
Terima kasih sudah membaca ^_^


Author: Kirana D. Prameswari
adsense 336x280

0 Response to " Habiburrahman dan Bumi Cinta "

Post a Comment