Setelah membaca buku atau menonton film, biasanya
penulis akan menulis resensi dari karya tersebut. Namun, kali ini saya ingin
membuat berbeda. Masih seperti gaya Hipwee.com, saya ingin memaparkan
fakta-fakta setelah membaca novel Bumi Cinta karya Novelis Indonesia,
Habiburrahman El Shirazy atau biasa disapa Kang Abik. Siapa sih yang tak kenal
Habiburrahman? Jika
teman-teman pembaca belum mengenalnya itu sangat
disayangkan. Hihi.
Saya sendiri mulai mengenalnya saat di bangku Mts/SMP
(telat banget ya?) Hihi. Saat itu saya membaca novel tipis dengan sampul
cokelat berjudul Pudarnya Pesona Cleopatra yang entah meminjam dari mana, saya
lupa. Tapi yang pasti itu keren sekali (meski lupa juga isi ceritanya) -_-. Lalu
setelah itu saya menjadi penggemar karya Kang Abik dan selalu menunggu
karya-karya terbarunya. (Meski selalu telat membaca karya novelnya. Maklum,
pemalas. -_- )
Mungkin ada juga di antara teman-teman yang hanya
mengenalnya sekilas dan tak ingin membaca karyanya karena bukan genre novel
yang disukai. Namun, bolehlah teman-teman membaca apa sih yang menarik dari Habiburrahman dan novel Bumi Cinta karyanya.
Oke, mari simak coretan berikut. :D
1. Terinspirasi
dari Ayat Al-Quran
Pada Prolog novel Bumi Cinta, Kang Abik memaparkan
bahwa novel-novel yang ditulisnya adalah hasil tadabur terhadap ayat-ayat suci
Al-Quran. Dia ingin menjadikan tokoh utama dalam novelnya sebagai, “Al-Quran
berjalan” atau “Al-Quran hidup” (Hmm pantesan bikin pengen si tokoh laki-lakinya,
soleh banget. Ups.)
Misalnya, novel fenomenal Ayat Ayat Cinta lahir
setelah ia menadaburi Q.S Az Zukhruf [43]: 67, yang berbunyi, “Teman-teman
akrab (yang berkasih-kasihan) pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi
sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” Lalu ia menjadikan tokoh
utama Fahri yang diperankan Feddy Nuril yang membangun cinta berdasarkan iman
dan takwa. Lalu novel Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2, hasil tadaburnya dalam
Q.S At Taubah [9]: 105, yang artinya, “Dan katakanlah, ‘bekerjalah kamu, maka Allah
dan Rasulnya, serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu…” maka ia
ciptakan tokoh Khairul Azzam yang kuliah di Cairo sambil berwirausaha;
berjualan tempe dan bakso. Perjuangannya tak mudah, namun Allah menyediakan
masa depan yang indah.
Bagaimana dengan Bumi Cinta? Menurut Kang Abik,
novel Bumi Cinta lahir atas tadaburnya dalam Q.S Al Anfal [8]: 45-47, yang
berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan
(musuh), maka berteguh-hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya
agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu
berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu
dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan janganlah
kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh
dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan
Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” Lewat tokoh
Muhammad Ayyas seorang santri salaf, Kang Abik menceritakan bagaimana si Ayyas
menghadapi musuh imannya dalam bumi yang menuhankan kebebasan, free seks, pornografi, dan pornoaksi,
yaitu Rusia.
Nah, jika teman-teman penasaran dengan cerita
lengkapnya, baca saja novelnya plus tonton filmnya. :D
2. Berdasarkan
Riset
Dalam Bumi Cinta, begitu jelas terlihat bahwa Kang
Abik menulis novel tersebut berdasarkan riset. Bukan hanya imajinasi yang
mustahil ada di dunia nyata. Itulah sebabnya karya Kang Abik selalu terlihat
benar-benar hidup. Sama dengan karya-karya lainnya. Lewat tokoh yang
diciptakan, terlihat betapa luas pengetahuan yang dimiliki Kang Abik. Contoh
paling sederhana, Kang Abik begitu detail mendeskripsikan setting lokasi hingga
membuat pembaca terasa memasuki dunia tempat yang diceritakan dalam novel
tersebut. Seperti nama jalan di Mesir, Rusia, Solo, Semarang, dijelaskan tanpa
dibuat-buat. Dalam Bumi Cinta, pokok bahasan utama mengenai sejarah
bangunan-bangunan penting di Rusia, sejarah kepemimpinan di Rusia, mengenai
Bangsa Stalin-Lanin hingga kekejaman yang dibuat pada masa tersebut. Semua
dijelaskan begitu detail hingga membuat tokohnya benar-benar tergambarkan
sebagai orang yang cerdas.
![]() |
| Sampul novel Bumi Cinta (Sumber: |
Bahkan, hal-hal kecil selalu Kang Abik selipkan
dalam cerita. Bagaimana Ayyas memilih menjamak qashar salatnya sampai tiga hari
pertama dia di Rusia karena belum cukup kuat dengan musim dingin yang sedang
melanda. Setelah itu Ayyas tak boleh lagi menjamak qashar salatnya karena sudah
selesai batas keringanan yang diberikan.
Perilaku keseharian yang tercermin pada tokoh Ayyas
itulah dapat menginspirasi pembaca khususnya kaum muda.
4. Hampir Selalu
Membawa nama Semarang
Kang Abik yang lahir di Semarang atau Jawa asli,
sepertinya selalu ingin membawa nama daerah asalnya. Dalam Bumi Cinta, meski
tidak ber-setting Semarang, tetapi Kang Abik menyelipkan cerita tentang Kota
Lama, Semarang. Diceritakan ketika pertama kali keluar dari Apartemen, Ayyas
berjalan menyusuri jalan Kota Moskwa yang tertata rapi.
![]() |
| Katedral St. Basil dibangun antara tahun 1554 s/d 1561 dan terletak di jantung Kota Moskwa (Sumber: ) |
“…Gedung-gedung
kuno menghiasi kanan-kiri jalan sepanjang mata memandang. Ayyas berdecak kagum
sambil terus melangkahkan kaki. Orang Rusia begitu tinggi menghargai
sejarahnya. Kalau Indonesia, sungguh memprihatinkan. Hampir semua
bangunan-bangunan tua di Indonesia menjadi tempat yang kumuh. Kota lama Jakarta
tidak didesain sebagai daerah kebanggaan orang Jakarta. Hanya dijadikan semacam
museum tua pelengkap kota saja: tidak dikelola serius dan yang penting ada.
Orang lebih suka ke Ancol daripada ke kota lama Jakarta. Ia pernah ke kota lama
Semarang, kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan
tua di sana yang telah menjadi cagar budaya hampir setiap hari digenangi air
rob yang hitam dengan bau menyengat. Gentengnya banyak ambrol, catnya sudah
mengelupas di sana sini. Apa menariknya?...” (Bumi Cinta
halaman 64).
Kang
Abik juga membuat tokoh mantan tunangan Ayyas berasal dari Kendal, dan Ayyas
sendiri orang Klaten. Lingkup Jawa Tengah seringkali ditonjolkan dalam karya
Kang Abik.
Dalam novel Dalam Mihrab Cinta juga banyak tempat di Semarang yang menjadi setting cerita. Bahkan di filmnya, langsung mengambil gambar di tempat tersebut. Pemeran utama yang diperankan oleh Dude Harlino ber-setting pasar Johar, kawasan Tugu Muda, dan lain-lain. Pembuatan novel Ayat Ayat Cinta juga di kawasan Kota Lama. Kota Semarang agaknya sudah melekat dalam diri Kang Abik hingga dalam karyanya selalu terselip cerita kota Semarang, kota di mana ia dilahirkan. :D
Dalam novel Dalam Mihrab Cinta juga banyak tempat di Semarang yang menjadi setting cerita. Bahkan di filmnya, langsung mengambil gambar di tempat tersebut. Pemeran utama yang diperankan oleh Dude Harlino ber-setting pasar Johar, kawasan Tugu Muda, dan lain-lain. Pembuatan novel Ayat Ayat Cinta juga di kawasan Kota Lama. Kota Semarang agaknya sudah melekat dalam diri Kang Abik hingga dalam karyanya selalu terselip cerita kota Semarang, kota di mana ia dilahirkan. :D
![]() |
| Kawasan Kota Lama, Semarang (Sumber: |
5. Membuat Kita
Sadar Betapa Liciknya Kaum Zionis Israel
Dalam Bumi Cinta, salah satu tokoh bernama Linor
adalah seorang agen Zionis di Rusia, yaitu mereka yang berdarah kental Yahudi.
Mereka mempunyai misi yang kuat untuk kejayaan kaum Yahudi dan mereka dapat
menempuh segala cara demi terpenuhinya misi mereka itu. Mereka ingin membuat
islam tercoreng dengan tindakan tidak manusiawi yang sebenarnya adalah rekaan
mereka sendiri. Cara berpikir dan tindakan mereka yang digambarkan dalam Bumi
Cinta begitu mengerikan.
Saat ini mungkin secara tidak sadar langkah mereka
adalah dengan memengaruhi pesatnya teknologi yang masuk di Indonesia. Pemilik
stasiun televisi atau orang-orang yang berkepentingan di dalamnya mungkin saja
sengaja membuat tayangan yang menarik perhatian banyak orang pada waktu salat.
Orang kini lebih betah berlama-lama menatap layar gawai ketimbang membaca
Al-Quran. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya. Semoga kita mampu mengontrol
diri dan dapat menggunakan gawai dengan bijak.
Nah, itu dulu. Nanti jika muncul ide baru mengenai
Habiburrahman dan Bumi Cinta, akan saya perbaharui postingan ini :D
Terima kasih sudah membaca ^_^
Author: Kirana D. Prameswari




0 Response to " Habiburrahman dan Bumi Cinta "
Post a Comment