Aku ingat sekali,
bagaimana setelah aku menggandeng jabatan bukan hanya sebagai anggota biasa,
amat sering aku temui permasalahan di dalam organisasi. Mulai dari hal yang
sangat urgent menyangkut kepentingan organisasi, sampai hal yang bersifat
begitu subjektif dan menyangkut perasaan pribadi.
Ya, sekali lagi
itu semua terjadi lantaran karakter yang kami miliki berbeda satu sama lain.
Lucu
mengingatnya, tatkala perselisihan terjadi, lalu salah satu di antara kami akan
mengatakan sesuatu yang
barangkali bukan menjadi hal yang mengejutkan lagi,
bahkan terkadang terkesan sebagai ancaman seorang anak kecil yang seringkali
dibohongi oleh orang dewasa. “Mudah saja aku keluar. Dan mungkin aku akan melakukannya.
Itu hal mudah!” sebuah pernyataan perumpamaan dari salah satu diantara kami
jika sedang ingin menarik perhatian yang lain, mungkin.
Lalu, aku ingat
betul, aku akan menjawab seperti ini, “Jika ingin keluar silakan saja keluar,
tapi itu menandakan bahwa kau seorang pegecut!” biasanya yang lain lagi akan
mengatakan, “saya juga bisa saja keluar! Bukankah itu hal mudah?!”
Ha ha ha. Lucu
memang. Begitu pula yang sering terpikirkan dan terucapkan dari diriku. Aku
sempat beberapa kali mengungkapkan perasaan yang aku yakin itu bukan datang
sepenuhnya dari hati, bahwa aku ingin keluar karena sudah tidak tahan.
Yah, mungkin sama
seperti anggapanku kepada mereka saat mengungkapkan hal demikian. Yang
sebenarnya itu sebuah pernyataan yang keluar begitu saja lantaran perasaan yang
sedang tak terkendali, emosi sesaat, mencari perhatian rekan yang lain, atau
menutupi gengsi. Ah, aku jadi membongkar kedokku sendiri. Yang baru aku sadari
setelah melakukan hal semacam itu, semacam pengakuan dosa yang tak memiliki
dasar.
Lucu sekali mengingatnya...
Semua ini adalah sebuah pembelajaran dalam hidup...
Plompong, 23 Juli 2014
Plompong, 23 Juli 2014
0 Response to " Pertikaian yang Menggelikan "
Post a Comment