adsense 336x280
November 2012, aku mengikuti sebuah acara yang begitu menarik perhatianku sejak pertama kali melihat selebaran yang memuat informasi acara itu. Datang dengan membawa banyak pertanyaan yang tersimpan baik di pikiran-sebagai bentuk rasa penasaran. Lalu
duduk manis di salah satu sudut ruangan, mengenal beberapa orang, dan mencatat apa yang aku rasa layak untuk dicatat-saat aku memperhatikan. Aku berperan sebagai penggembira, partisipan, penikmat-dalam sebuah acara. Begitu saja.


2012-Terlihat sebagai peserta yang sok serius, dan entah memperhatikan pemateri atau apa. -_- *rotfl*

November 2013, aku kembali mengikuti acara itu, dengan tema berbeda, dengan peran berbeda. Bukan hanya sebagai penikmat, namun ikut serta mempersiapkan acara itu. Aku mendapat sedikit wacana, mengenai hal teknis bagaimana acara itu dapat terlaksana dengan baik. Aku menjadi panitia, mengenakan seragam kebesaran dengan logo di bagian lengan kiri bertuliskan “Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa” yang amat berat untuk aku pakai. Berat berkaitan dengan tanggung jawab. Sebagai panitia, kerjaku sama dengan panitia lain, memiliki tanggung jawab masing-masing yang telah dibagi. Bahkan mungkin kerjaku tak seberapa, hanya membuat desain stiker, itu saja yang aku ingat. Ada satu hal lagi peranku kala itu, yang cukup memberi kesan dalam hidupku, yaitu menjadi moderator pembicara dalam acara yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta itu. Mungkin terlihat biasa saja bagi banyak orang, namun bagiku, itu hal baru-bagiku yang tergolong bukan orang percaya diri berbicara di hadapan khalayak umum.


2013-Menjadi moderator salah satu pemateri, Syamsul Huda, Kepala Sekolah Jurnalistik Semarang (lupa-lupa ingat, semoga gak salah -_-)

Oktober 2014, aku merasa tak bisa sepenuhnya tenang saat mengikuti acara itu (lagi). Bahkan, perasaan itu sudah aku rasakan sejak jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Kali ini, peran yang aku dapat menuntutku mendapat wacana banyak mengenai persiapan teknis acara. Aku pastikan segala hal yang mendukung acara itu dapat terlaksana dengan cukup baik-aku tahu. Meski tak semua lini aku masuki dengan terjun langsung ke lapangannya. Tapi di sini aku berperan sebagai pemberi komando, yang bertugas memberi arahan para prajurit. Tak pernah aku bayangkan sebelumnya akan mendapatkan peran ini-mungkin memang karena terbatasnya awak yang masih aktif di organisasi, entahlah.
Alhamdulillah, steering commite menilai, banyak hal baru yang ada di acara tahun ini, dan membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tentang pameran lukisan, pameran foto, pameran foto esai, pengisi hiburan, diadakannya beberapa lomba yang menjadi serangkaian acara, dan pemateri dengan sistem penyampainnya-yang terdapat sedikit perubahan.  Namun aku sadari, aku masih memiliki kekurangan di sana-sini selama mengomandoni acara itu. Yang paling kentara aku rasakan, aku belum cukup mampu berbincang dengan tamu, kesempatan mengambil banyak ilmu dari mereka-entah dia sebagai pembicara, wartawan yang datang meliput, delegasi LPM, atau beberapa peserta yang bisa dikatakan ‘spesial’ dibanding peserta umumnya. Entahlah. Yang pasti, aku kembali melewati momen baru, tantangan baru, sepanjang hidupku. Setelah memberi sambutan sebagai ketua panitia di hadapan lebih dari 100 orang-dengan gaya yang masih kaku karena baru kali pertama, kemudian menuntaskan serangkaian acara sampai pada evaluasi panitia, aku merasa sangat lega-setidaknya untuk sementara, aku menjadi seperti baru melahirkan seorang bayi. Rasanya sangat lega, ya begitu. Tapi aku tahu, banyak tantangan lain yang masih menunggu dan harus aku hadapi-sebagai orang yang katanya penyuka tantangan.

2014-Memberi bingkisan kepada salah satu pemateri PJD, Rofi Nuha, Ketua Aliansi Jurnalis Independen Semarang.
(foto pas sambutan hilang, ada miskom. Entahlah, semoga ketemu.

Oya, btw dari tahun ke tahun aku terlihat semakin lebar -_-)

Terima kasih Tuhan, Engkau telah mempertemukanku dengan mereka. Kawan-kawan yang hebat. Juga dengan dunia yang mengajariku arti pentingnya sebuah proses. Kini aku semakin yakin  bahwa apa yang Engkau rencanakan untukku memang yang terbaik. Selama ikhtiar sudah dilakukan, aku hanya ingin melakukan apa yang memang harus dilakukan dan tanpa mengurangi rasa nyaman yang tumbuh dari dalam hati. I feel thanks for you all, the big family of BP2M Unnes ;) ({})

*Acara rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh BP2M Unnes sejak tahun 2009.
Acara bertajuk 'Pendidikan Dasar Jurnalistik' yang tahun ini mengambil tema 'Pers Era Timeline'.
Mau tau lebih lengkap lagi? Tanya langsung aja :p Haha
adsense 336x280

0 Response to " Cerita Sebuah Acara* "

Post a Comment