Sampai saat ini, aku masih sering
teringat perkataan salah seorang teman pada obrolan tempo lalu. Kala aku dan
mereka membicarakan keluh kesah, apapun yang di rasa akhir-akhir ini. Sampai
tiba pada saat aku bercerita, bahwa aku tak terlalu rajin pada perkuliahan
sebagai mahasiswa. Namun, yang sering membuatku heran adalah
perolehan nilai akademik. Aku selalu memperoleh
hasil yang bisa dibilang cukup memuaskan. Karena memang aku membandingkan
dengan nilai akademik yang diperoleh teman lain. Dalam sederhananya aku akan
melihat hasil nilai akademik yang diperoleh teman dekatku, dia lebih rajin dari
aku, dia sadar akan tugasnya sebagai mahasiswa, jika ada tugas dia akan dengan
segera menyelesaikannya, kemampuan yang dimilikinya sebagai mahasiswa ptik
lebih mumpuni dibanding aku yang belum tahu apa-apa. Berbeda denganku yang
menunggu waktu jika sudah mepet untuk menyelesaikan tugas dan seadanya. Hal
yang megherankan itu seperti setiap kali aku ujian praktik ada saja jalan yang
membuatku lolos ujian praktik tersebut, begitu pula dengan tugas-tugas yang
diberikan oleh dosen. Allah sangat baik padaku, Dia memudahkan segala urusan
perkuliahanku, entah apa maksud dari semua itu. Aku menganggap semua itu
seperti pemberian-pemberian tak terduga, karena begitu kontras dengan kemampuan
yang aku miliki sekarang.
Menanggapi hal itu, salah seorang teman
yang ada dalam lingkaran itu memberi tanggapan yang masih sering membuat otakku
bekerja untuk memikirkannya, begini tanggapannya, “ada dua kemungkinan dari keadaan
yang kamu ceritakan tadi. Pertama, Allah memudahkan urusan kamu serta
memberikan nilai yang memuaskan, dalam rangka menguji. Yakni menguji kesadaran
kamu, apakah kamu akan berubah untuk lebih rajin dan memposisikan dirimu
sebagai mahasiswa di prodi yang kamu ambil. Atau tetap menggampangkan, sehingga
suatu saat akan ada keadaan dimana kamu benar-benar kesulitan dan harus
memaksimalkan usahamu tanpa bantuan teman atau keajaiban dariNya. Atau kemungkinan
yang kedua, semua itu kamu dapatkan karena selama ini kamu sering berperilaku
baik kepada banyak orang. Karena itu Allah memudahkan segala urusanmu.”
Perasaanku tak karuan mendapati
tanggapan seperti itu. Antara sedih dan bahagia. Namun rasa sedihlah yang lebih
mendominasi. Untuk kemungkinan pertama, jelas aku merasa sedih dan takut. Untuk
kemungkinan kedua, aku merasa selama ini perilakuku kepada orang-orang yang aku
temui biasa saja. Tak bisa dibilang baik, bahkan mungkin perilaku burukku yang
lebih menonjol.
Jika kemungkinan pertama adalah yang
benar, maka aku memohon kepadaMu, bantulah aku untuk mengubah perilaku dan
kegiatanku sehari-hari untuk lebih positif dan memaksimalkan usaha semampuku. Untuk
masa depanku. Untuk menggapai ridhoMu. Aamiin.

0 Response to " Dua Kemungkinan #Terkait Perkuliahanku "
Post a Comment