Baca dulu cerita SebelumnyaSetelah selesai melihat-lihat isi gerai usaha batik, kami kembali melakukan perjalanan menuju Kantor utama PT. Semen Indonesia. Dalam perjalanan itu, pemandu menjelaskan apa saja
bahan-bahan pembuat semen. Di antaranya batu kapur dari berbagai jenis dari kandungan CHO2, highgrade, lowgrade, dolomit atau pewarna, paddle atau silika, yang dicampur-campur, tak lupa juga air.
Mengenai
air, pemandu segera menjelaskan bahwa air yang digunakan untuk produksi semen
bukanlah berasal dari tanah warga. Air yang digunakan berasal dari Embung atau
Danau Ngipik yang berada tak jauh dari area pabrik. Pemandu juga menunjukkan
waduk-waduk yang kami lewati sepanjang jalan yang juga dimanfaatkan oleh
masyarakat sekitar. Salah satunya Keramba, yakni penempatan jaring ikan di
bawah waduk sebelum diisi air dan ikan, untuk selanjutnya saat ikan sudah besar
dapat diambil oleh masyarakat.
Setelah
sampai di kantor utama, kami istirahat sejenak lalu makan siang dan solat dzuhur.
Kemudian di ruangan yang cukup besar dan ber-AC, kami menikmati hiburan dari
penyanyi sebelum pemaparan materi dari para pengurus PT. Semen Indonesia.
Dijelaskan banyak hal mengenai pabrik semen, termasuk rencana pembangunan
pabrik semen di Rembang yang nantinya akan sama memberikan pengaruh besar pada
masyarakat sekitar. Menurut salah satu pembicara, dampak negatif dari suatu
pembangunan memang pasti ada. Namun jika kita melihat manfaat yang didapat
yaitu jauh lebih besar ketimbang dampak negatifnya, lalu mengapa tidak? Lagi
pula, PT. Semen Indonesia tidak akan mengabaikan prinsip-prinsip peduli
terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Begitu katanya. (Duh, aku jadi takut terkesan jadi promotor
perusahaan itu dan dianggap dibayar mahal untuk menulis ini. Semoga temen-temen
yang baca gak berfikir kaya gitu yaa. Aku hanya menuliskan apa yang aku lihat,
aku dengar, aku rasakan. Ceiyleh. >D<)
Untuk
pengetahuan, jadi sejauh ini, pembangunan pabrik semen di Rembang sudah
berlangsung dan direncanakan akan sama besarnya dengan di Tuban. Setelah nanti
resmi, maka pabrik semen di Rembang akan menjadi anak perusahaan ke lima dari
PT. Semen Indonesia.
Sore
harinya, kami kembali diajak mengelilingi pabrik semen. Kami diajak ke area
penyimpanan batu kapur yang seperti lautan berbuih. Sejauh mata memandang hanya
seperti kawah-kawah putih dan kecoklatan. Dipadukan suasana matahari kala
senja, membuat segala yang ada menjadi sangat memukau. Di situlah kami baru
diperbolehkan keluar dari bis. Kami berkeliling, melihat dari dekat
tanaman-tanaman green belt dan
pipa-pipa belt conveyor yang sangat
banyak dan panjang. Pose cantik dengan latar pemandangan yang istimewa ini tentu tak bisa dilewatkan.
Hihi.
Selanjutnya,
masih dalam rangka berkeliling pabrik sambil menuju kantor utama, kami melihat
banyak sekali mesin-mesin dalam bangunan tinggi besar yang digunakan untuk
produksi. Dipadukan lampu-lampu kuning yang menyala di tengah-tengah suasana
malam yang mulai menyapa, sungguh menjadi pemandangan yang memanjakan mata. (Apalagi aku ya yang suka sekali melihat
lampu pada malam hari. Hihi.)
Setelah sekian lama berkeliling, kami dikumpulkan kembali di kantor utama untuk pembagian doorprize bagi pemenang yang sudah menuliskan cerita atau video perjalanan dan mengunggahnya ke sosial media. (Aku waktu itu tidak ikut berpartisipasi karena terbatasnya gawai yang aku bawa dan jaringan yang tak memadai. Hihi. Tak apalah, yang penting menikmati perjalanan. Sebagai gantinya, aku menuliskan ini. Semoga tujuan baik dari perusahaan dan apa yang aku tangkap dapat menyamakan persepsi dan bermanfaat bagi banyak orang. Hehe.)
Setelah
acara pengumuman pemenang dan pembagian doorprize berakhir. Acara pun ditutup
dengan doa bersama dan pembagian bingkisan (berisi handuk dan tas), amplop
(berisi uang tentunya #cukup wow jumlahnya. Hihi. Alhamdulillah...), dan kotak
nasi untuk makan malam dan dibawa dalam perjalanan. Akhirnya, sayonara Tuban
dan rekan-rekan dari bis lain yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.
Sampai jumpa di lain waktu, selamat datang kembali Semarang...
Siapa
yang tidak senang? Berangkat dijemput, pulang diantar, dapat segudang ilmu,
pengalaman, perjalanan mengesankan, teman, bingkisan, dan uang. Hihi. Maka
nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan? Alhamdulillah...
*Oya,
bagi yang mau tahu lanjut tentang pabrik semen, khususnya PT. Semen Indonesia,
silakan bisa kunjungi www.semenindonesia.com.
Sekali lagi, apa yang aku tulis dalam cerita di atas benar-benar hanya
bersumber catatan kecilku dan kemampuan memahami dan mengingat yang sangat
terbatas. Hiks.
Salam dari penulis,
Kirana D. Prameswari
Salam dari penulis,
Kirana D. Prameswari






0 Response to " Cerita Perjalanan ke dan di Tuban #3 "
Post a Comment