adsense 336x280

Selamat Datang Kehidupan yang Baru B-) :D

Awalnya aku merasa sulit melewati hari-hari tanpanya. Tanpa seseorang yang sudah hampir tiga tahun menemaniku merasakan tawa canda, juga luka. (sebenarnya bukan hanya menemani, tak kupungkiri sejauh ini dia juga
sudah banyak membantuku. Itulah sebabnya perasaan kehilangan selalu ada, aku sudah cukup lama bergantung padanya. Entah itu masalah kuliah, organisasi, teman, keluarga, dia seringkali memberi nasihat penenang atau jalan keluar dari masalah yang sedang kuhadapi. Itulah mengapa, menerima berakhirnya sebuah hubungan tidak semudah yang dibayangkan.)
 Setiap bangun dari tidur, aku menatap langit-langit kamar dengan dada sesak, dalam hati aku berkata, “Mengapa rasanya seperti ini? Lebih baik tidak pernah tidur dari pada harus merasakan rasa kehilangan yang amat mendalam saat terbangun dari tidur. Aku menjadi orang yang nelongso, karena saat tidur aku selalu bermimpi melewati hari yang indah bersamanya. Namun saat terbangun dari tidur, aku disadarkan bahwa itu semua hanya mimpi dan sekarang aku sudah tidak memilikinya lagi. Perasaan kehilangan yang amat menyesakkan.” :( :'(

Syukurlah, keadaan seperti itu tak berlangsung lama. Aku lega, mungkin inilah momen pada akhirnya Tuhan mengabulkan doaku, keinginanku yang tulus dari hati yang paling dalam untuk tidak menjalin hubungan sebelum menikah. Eciee. Hehe. :P

Sumber: Mbahku yang ajaib, namanya Google.

 
Aku katakan MUNGKIN, karena saat ini aku benar-benar semakin mengerti apa yang sering dikatakan oleh banyak orang bahwa Allah-lah Yang Maha Membolak-balikan hati (Meski sebenarnya yang dimaksud berkaitan dengan keteguhan pada agama. Tapi bagiku, ini juga berlaku untuk perasaan. Menurutku, Allah juga lah yang paling pandai membolak-balikkan perasaan manusia terhadap seseorang). Maka aku peringatkan kalian yang sedang berbunga-bunga merasakan betapa manisnya kisah kasih, segera lah sadar untuk bisa mengontrol diri dalam mengekspresikan perasaan. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan perasaan kita padanya, beberapa bulan atau beberapa tahun mendatang. Bersikaplah sewajarnya saja, agar tak merasakan luka yang parah. Karena semua masih menjadi rahasia, dia, hubungan yang sedang terjalin, dan lain-lainnya, masih menjadi misteri dan belum menjadi suatu kepastian. Syukur jika kalian bisa menunda, memendam rasa dalam diam biar diri sendiri dan Tuhan saja yang tahu. Peliharalah cinta dengan indah dan penuh keanggunan. O:)

#untungnya aku dan dia selama menjalin hubungan, jauh sekali dari kata mengumbar apalagi di media sosial (Ada sih sedikit. Haha.)  Aku lihat teman-teman yang mengumbar hubungannya di media sosial, lalu saat berakhir hubungan mereka semua postingan segera dihapus, tidak ada apa-apa lagi. Betapa lucunya, semua dilihat banyak orang. Ternyata ada benarnya ajakan dia untuk tidak mengumbar hubungan di media sosial dan bersikap dewasa, menjadikan hubungan sebagai privasi dan biar berdua saja yang menjalani, menikmati kebahagiaan. :D <3

Sebenarnya udah males dengan emot lope-lope, termasuk gambar beginian. wkwk. tapi buat pendukung satu gkpapa kali yak, hehe sumbernya mbah Google lagi
 
Mungkin (lagi), aku memang wanita yang kelewat pandai mengekspresikan perasaan. Hingga entah dari mana saja tanda-tanda yang aku tunjukkan, orang-orang dekatku akan tahu bagaimana keadaan hubunganku dengannya. Dan selalu yang terjadi, banyak komentar yang berseliweran mampir ke telingaku saat aku hanya berkata, “udah putus.” (Aneh memang, padahal aku dan dia tidak pernah bersepakat untuk pacaran, mendengar istilah itu saja kita merasa tidak nyaman. Inti hubunganku dengannya adalah cinta dan komitmen. Kita sama-sama menjaga, bukan seperti hubungan dua manusia kebanyakan yang berpegangan tangan saja sudah menjadi hal biasa. Tidak, sama sekali bukan seperti itu. Kita hanya dua orang yang sama-sama mencintai dan merasa nyaman bersama meski hanya berkomunikasi lewat telepon genggam. Lantas, bagaimana ada istilah putus segala. Ah, semua itu hanya istilah yang memudahkan aku mengatakan pada orang lain. Yang sesungguhnya terjadi antara aku dan dia, rumit dan sulit dijelaskan. Mungkin hanya aku, dia, dan Allah saja yang tahu. Hehe sudahlah itu masa lalu. Saat ini? Bahkan aku merasa lebih nyaman dan bahagia tanpa berkomunikasi dengannya. Hihi.) <:-P (y)

Lanjut, setelah itu, orang-orang yang mendengar aku berkata putus, mereka akan berkomentar “Hallah, paling besok balikan.” (karena terlalu seringnya aku putus nyambung karena beberapa hal. Seringnya sih semua alasan putus bermuara karena kami takut dosa dan merasa bersalah pada orang tua kami yang sama-sama melarang anaknya pacaran. Hmmm… dasar anak nakal. Wkwk.) X_X (n)

Ada juga yang mengatakan jika sering putus nyambung dalam berhubungan itu menandakan jodoh. Aku tak peduli dengan perkataan seperti itu. Yang aku tahu saat ini, aku hanya ingin membuktikan pada Allah dan diriku sendiri, bahwa aku bisa hidup tanpa laki-laki yang biasa menemani. Sudah, itu aja. Bukan untuk membuktikan kepada siapa-siapa. Hanya pada diriku sendiri. Sudah. :)

Aku bersyukur, baru kali ini aku merasa seyakin ini dengan perasaanku yang sudah tidak peduli dengannya, nyaman hidup tanpanya. Bahkan aku sendiri masih heran dan kadang bertanya-tanya, “Apakah secepat ini, semudah ini?” Bahkan perasaan ini menuju ke perasaan benci. Tapi aku tidak mau memperdulikannya, itu hanya membuang-buang waktuku saja. Entahlah, mungkin ini memang takdir yang digariskan Tuhan untukku. Sudah cukup pengalaman yang menghampiriku tentang bagaimana meraskan pahit manisnya cinta. =D

Terkadang memang memoriku kembali berputar pada masa-masa berdua saling berbagi canda tawa dan membuatku rindu masa-masa itu. Tapi aku juga ingat, bagaimana rasa sakit yang diderita karena hubungan dua orang manusia yang belum halal pula. Bodohnya aku, sering menangis hanya karena laki-laki yang belum tentu jodohku. Ah sudahlah, tak perlu disesali. Yang terpenting saat ini, aku ingin lebih fokus untuk membahagiakan diriku sendiri dengan hal-hal baru yang menakjubkan! Aku semakin yakin dengan prinsipku selama ini, bahwa kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan. Tak perlu lelaki yang belum jelas, tak harus uang yang banyak, tapi bagaimana kita menciptakan kebahagiaan dari hal-hal kecil yang membuat kita lupa akan sakitnya luka. <3<3 <:-P

Ah, foto pendukung pun masih saja hasil jepretan dia. hmmm


Biasanya aku berkata aku ingin fokus memperbaiki diri, agar jodohku pun kelak lelaki yang sibuk memperbaiki dirinya. Ah, aku pikir itu terlalu abstrak dan muluk-muluk. Aku takut jika dalam hidupku yang bertekad memperbaiki diri tidak menunjukkan progress apa-apa. Terpenting saat ini, selain membahagiakan diri, aku berpegang pada dua kata: produktif dan prestatif. Dalam hal kebaikan tentunya. Dua kata kunci itu yang menjadi pegangan dalam menjalani hari-hari tapi tetap aku nikmati sebagaimana mampunya aku dan tidak terlalu memaksa. B-)

Tentang hati, awalnya aku kecewa saat tahu dia dengan mudahnya benar-benar melepasku. Aku kira, meski aku dan dia tidak lagi menjalin hubungan, kami akan tetap berkomitmen menjaga hati dan menunggu saat yang tepat tiba. Namun ternyata tidak, dia dengan mudahnya mempersilakan masing-masing dari kami membuka hati untuk siapa saja. Ah memang begitulah cinta, begitulah lelaki, semudah itu. Tidak tahukah di sini, si Januari-Aquarius yang begitu setia pada satu orang laki-laki yang sudah memiliki tempat sendiri di hati. Bahkan terkadang dadaku kembali sesak, saat mengingat impian kami berdua untuk menjalani masa depan bersama hingga maut menghampiri. Tapi ya sudah, itu dulu, sekarang, seperti yang aku katakan tadi, aku hanya ingin fokus membahagiakan diriku dengan hal-hal yang menakjubkan. Sembari menunggu pangeran berkuda yang berhati putih datang melamarku! Ahihi. :D <3<3 \:D/

wuakakakak. Bukan ya.., bukan pangeran kuda putih jelmaan patung.hghgghg

Selamat datang kehidupan baruku yang aku yakin akan lebih indah dari yang sebelumnya. Aku tidak menyesali apa yang sudah aku lewati bersamanya. Justru aku beruntung sempat merasakan mengunjungi tempat-tempat yang mungkin tidak akan pernah sempat aku singgahi jika bukan bersama dia. (Dan aku yakin, setelah menikah nanti, akan lebih membahagiakan mengunjungi tempat-tempat yang menakjubkan dengan seseorang yang sudah pasti halal dan tak akan pernah meninggalkan aku.) O:) (y)

Doakan aku selalu diberi perasaan seperti ini yaa! Tidak sedih atau galau hanya karena masalah lelaki, cinta-cintaan, dan semacamnya. #Kalian yang beritikad baik mau menghiburku, mengajak jalan-jalan atau melakukan hal-hal menakjubkan lainnya, akan aku respon dengan baik dan rasa terima kasih. ;) hehe
Doakan aku tetap bahagia dan nyaman dengan kesendirianku ini. (Karena aku sudah tidak berminat untuk kembali menjalin hubungan dengannya, dengan siapapun sebelum siap menikah. wkwk. Entah dink, takut dikira munafik karena ke-labil-anku ini. sekali lagi, Allah lah Yang Maha Membolak-balikkan hati. :) )
Tapi semoga doaku dikabulkan terus untuk menjaga niatan ini, agar aku juga bisa membuktikan pada Allah dan diriku sendiri bahwa aku bisa. Tak lupa juga agar aku bisa menjadi anak yang nurut dengan anjuran orang tua untuk tidak berhubungan dengan laki-laki manapun sebelum menikah.  :D

Terima kasih yang sudah mendoakan, semoga kalian diberi hidup yang membahagiakan pula.:*
Untuk dia, aku harus bahagia melihat orang yang (pernah) aku cintai bahagia, meski dia bahagia bukan karena aku. O:)
#sok bijak X_X
 yang pasti, aku hanya mengikuti ritmenya. Aku tidak ingin menjadi wanita yang terkesan murahan dan mengemis cinta seorang lelaki yang biasa. Masih banyak lelaki baik di luar sana. Ahihi :D
Akhirnya, Selamat tinggal...kamu dan masa lalu...
Kata banyak orang, kalo jodoh gak bakal kemana... X_X :P



 Sabtu, 05 September 2015.
By: KDP.

#Lucu baca tulisan di atas. kata gantinya ada aku dan dia, kami, kita. Hallaaah... >_<
Oya, ada beberapa catatan lain tentang hubunganku dengannya, coba buka kalau kalian tertarik dan penasaran. Hihi.
http://putritelsa.blogspot.co.id/2014/08/finally-story-about-you-and-me.html
http://putritelsa.blogspot.co.id/2014/08/seperti-memilih-satu-bunga-yang.html
http://putritelsa.blogspot.co.id/2015/02/karma.html
http://putritelsa.blogspot.co.id/2015/01/salah-kita-tak-berteman.html
http://putritelsa.blogspot.co.id/2014/11/rasanya-jadi-pasangan-kamu-pasanganku.html

adsense 336x280

1 Response to " Time to Move On "