(...Lanjutan Beres-beres Kamar)
Ku buka kotak dus yang lain. Isinya semua soal-soal ulangan dan ujian serta lembar jawaban yang sudah mengantongi nilai dari guru. Kuperhatikan dengan cermat angka-angka yang tertulis di atas lembar jawab. Dari situ aku kembali diingatkan, di bidang pengetahuan umum, Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia-lah yang selalu menjadi juara peraih nilai tertinggi di tiap ujian yang aku ikuti. Disusul Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Jawa.
Ku buka kotak dus yang lain. Isinya semua soal-soal ulangan dan ujian serta lembar jawaban yang sudah mengantongi nilai dari guru. Kuperhatikan dengan cermat angka-angka yang tertulis di atas lembar jawab. Dari situ aku kembali diingatkan, di bidang pengetahuan umum, Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia-lah yang selalu menjadi juara peraih nilai tertinggi di tiap ujian yang aku ikuti. Disusul Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Jawa.
Nilai-nilai terendah
tentu disabet oleh Sang Mapel paling fenomenal, Matematika.
Aku ingat betul, saat
mid semester kelas X, aku sempat ditegur wali kelasku, "Kirana, bagaimana
ini, nilai matematikamu jelek sekali. Padahal
nilai fisika dan kimiamu bagus. Bagaimana bisa berbeda sangat jauh, padahal ketiga mapel ini berkaitan. Semestinya nilai matematikamu juga bagus," begitu tegurnya. Aku hanya senyam-senyum sambil mengatakan akan memperbaikinya. Hahahaha.
nilai fisika dan kimiamu bagus. Bagaimana bisa berbeda sangat jauh, padahal ketiga mapel ini berkaitan. Semestinya nilai matematikamu juga bagus," begitu tegurnya. Aku hanya senyam-senyum sambil mengatakan akan memperbaikinya. Hahahaha.
Yang pasti, dari semua kertas ujian yang aku temui,
sejak SMP hingga SMA, nilai mapel bidang pengetahuan agama seperti Akidah
Ahlak, Fiqih, Al-quran Hadis, Tarekh (SKI) selalu mendapat nilai tinggi. Seingatku,
tak pernah ada nilai dibawah 90 untuk mapel-mapel itu. Bahkan sudah menjadi hal
yang biasa ketika aku mendapat nilai sempurna, 100! Sampai aku sering sekali
berpikir, “Ah, sepertinya aku sangat cocok menjadi guru agama,” hihihhi.
(mengapa dulu aku tak berpikir untuk merealisasikannya yaah? --“)
Banyak juga kutemukan buku-buku tulis yang berisi materi-materi.
Mengingatkanku kembali, bahwa sejak dulu karakter tulisanku selalu
berubah-ubah. Dalam satu buku tulis saja, terlihat seperti ditulis oleh dua
puluh tangan yang berbeda! Amazing! Atau Crazy!
Kata orang, bentuk tulisanku yang berubah-ubah menandakan bahwa aku
karakter seorang yang tidak konsisten. Ah, tapi aku tidak ingin membebani
pikiranku dengan hal-hal yang menyakiti hati. Meski kenyataannya begitu, benar,
aku bukan orang yang mudah konsisten dalam banyak hal. Namun, mengenai bentuk
tulisanku yang berubah-ubah itu, aku hanya ingin menganggap dari sisi positif,
bahwa itu menandakan aku seorang yang kreatif!
:D
Oh ya, benar! Aku memang seorang yang kreatif (dulu)! Entah sekarang.
Kenyataan itu sama halnya aku temukan saat agenda beres-beres kamar. Dalam
sebuah dus yang cukup besar, aku menemukan banyak karya tanganku yang unik dan membuatku
sedikit tercengang. Betapa kreatifnya Kirana dulu: membuat kartu ucapan Selamat
Lebaran, Selamat Ulang Tahun, dari kertas karton berwarna-warni dipadukan
kertas kado yang sudah tak terpakai, ditempeli gambar-gambar yang mendukung
yang diambil dari majalah atau koran. Selain itu, ada beberapa buku yang isinya
kumpulan lagu-lagu yang trend saat
itu. Diberi daftar isi di lembar awal, lalu dengan tulis tangan aku menuliskan
lagu-lagu lengkap dengan hiasan yang aku gambar sendiri di setiap lembarnya.
Lalu, ada satu buku yang berisi desain-desain baju. Oh! Yang ini benar-benar
membuatku bahagia sekali. Kemarin, saat momen Lebaran (2014) semua keluarga
berkumpul di rumahku, awalnya seperti biasa, aku hanya ingin menghias tanganku
dengan Henna (Khas Arab), tepat di malam sebelum esoknya lebaran. Selesai aku
menghias tanganku, tiba-tiba permintaan untuk menghias tangan dengan Henna
bermunculan begitu saja sebanyak jumlah orang yang ada di rumahku malam itu
baik laki-laki atau perempuan, kecuali Bapa. Dia mengatakan jijik melihat
tangan dicorat-coret seperti itu. Lelah, tentu. Namun, ada perasaan bahagia
tatkala melihat mereka begitu memohon untuk digambarkan pola-pola cantik
olehku. Bisa dijadikan bahan ledekan juga untuk anak-anak kecil dengan
berpura-pura tidak mau menggambar ditangannya sampai mereka marah-marah bahkan
ada yang menangis. Hihi. Lebih bahagia lagi, karena aku menjadi merasa memiliki
sesuatu yang berguna. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, aku berpikir aku tidak
memiliki kelebihan/kemampuan apa-apa dan tidak berguna. Semua pikiran itu
seketika hilang saat semua keluarga mengatakan, “Lihat, ihh pinter banget Pa,
Bu, anaknya siapa sih yaa. Pinter bikin kaya gini. Cuma ila ah yang bisa bikin
kaya gini.” Termasuk Bapa, yang tidak ingin tangannya ikut dihias, Bapa tetap
memujiku! Bahagia banget rasanya! Aku senyam-senyum tok :D
Dan… ternyata… semua tak berakhir di malam itu. Banyak orang yang kemudian
melihat gambaran di tangan-tangan keluargaku, mereka memintaku untuk
menggambarkan di tangan mereka!
Sayang, henna yang aku gunakan untuk menggambar adalah henna yang biasa
dibeli oleh orang yang lepas pergi Haji untuk dijadikan oleh-oleh. Henna dengan
wadah berlubang besar dan seringkali mblobor. Bukan henna khusus yang biasa
dipakai oleh pelukis henna proesional. Alhasil, tanganku lebih cepat merasa
pegal, lelah. Huh, tapi seneng! ^_^
Oh, bahkan lebih dari itu! Entah kenapa, sejak itu, banyak diantara
keluargaku meminta aku untuk mendesainkan baju yang kemudian akan mereka antar
ke penjahit!
Ow ow, aku sudah lama sekali tidak melakukan hal itu, yang ternyata hobiku
semasa kecil dulu. Aku tidak bisa menolak berbagai permintaan dari mereka.
Maka, untuk pertama kalinya setelah sekian tahun lamanya, aku kembali mencoba
menggerakkan tanganku lagi dengan pensil di atas kertas. Mendesain baju sesuai
permintaan beberapa keluargaku! Oh, ini benar-benar membuatku seperti orang
yang baru pulih dari kecelakaan yang menyebabkan aku hilang ingatan!
Yah, aku nikmati saja semua itu. Bahkan kini aku semakin asyik melakukannya
dan menjadikan hal itu sebagai hobi baru dikala jenuh.
Kembali pada agenda beres-beres kamar. Aku termasuk yang sulit melepas
hal-hal kecil yang menjadi kenangan, mengingatkanku pada masa lalu. Lihatlah,
betapa aku masih menyimpan semua kartu test UTS, UAS, Ujian, atau apapun. Masih
menyimpan juga coretan-coretan iseng bersama teman-teman di kertas, yang isinya
tak menentu. Kadang, berisi nama-nama aku dan beberapa kawanku dipasangkan
dengan beberapa laki-laki yang menjadi idaman masing-masing. Atau memang sudah
menjadi pasangan (sesaat). Tak lupa, gambar love-love kecil mengelilingi
lembaran kertas. Aku masih menyimpan semuanya dengan baik!
Sejujurnya terasa amat berat, saat aku harus melepas sebagian besar
barang-barang itu. Terutama untuk buku-buku sejak SD hingga SMA, aku tak tega
membuang ke karung besar yang sudah dipersiapkan Ibu. Semua barang yang
dimasukkan karung itu akan Ibu jual ke Tukang Rongsok (Pemulung). Memang sih, sama
saja bohong jika aku tak bisa membuang beberapa barang yang sudah tak terpakai
dari kamarku. Namun, pertanyaan tak henti-hentinya menghantui pikiranku, ‘akan
dikemanakan buku-buku itu pada akhirnya? Semoga saja kemanapun buku itu jatuh
ditangan orang dan berguna untuk seterusnya.’
Awalnya aku membela diri untuk tidak membuang buku-buku lamaku itu karena saat
aku buka sekilas, isinya masih menarik perhatianku, aku ingin membacanya lagi.
Namun, aku kembali berfikir, ‘yakin akan sempat membaca buku-buku itu? Lah, wong yang ada sekarang yang masih
baru aja udah ngantre banyak banget, gak dibaca-baca kok.’ Begitu. Alhasil, aku berusaha melepas buku-buku itu dan hanya
memilih buku cetak yang masih bagus untuk diberikan ke saudara yang masih SMA.
Semoga bermanfaat. YaaAllah… jangan sampai ilmu yang ada dibuku itu terbuang
sia-sia. (duh, sampe sekarang masih kepikiran aja yakin.. -_- )
Bersambung (lagi)…
*Sayang sekali aku tak memiliki semua foto pendukung untuk semua cerita di atas.
Ini hanya ada beberapa foto yang memperlihatkan corat-coretku dengan henna di beberapa tangan keluargaku :D hihi





0 Response to " >o< Ommo! Aku Sembuh dari Hilang Ingatan! :p "
Post a Comment