>o< Ommo! Aku Sembuh dari Hilang Ingatan! :p

adsense 336x280
(...Lanjutan Beres-beres Kamar)

Ku buka kotak dus yang lain. Isinya semua soal-soal ulangan dan ujian serta lembar jawaban yang sudah mengantongi nilai dari guru. Kuperhatikan dengan cermat angka-angka yang tertulis di atas lembar jawab. Dari situ aku kembali diingatkan, di bidang pengetahuan umum, Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia-lah yang selalu menjadi juara peraih nilai tertinggi di tiap ujian yang aku ikuti. Disusul Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Jawa.
Nilai-nilai terendah tentu disabet oleh Sang Mapel paling fenomenal, Matematika.
Aku ingat betul, saat mid semester kelas X, aku sempat ditegur wali kelasku, "Kirana, bagaimana ini, nilai matematikamu jelek sekali. Padahal
nilai fisika dan kimiamu bagus. Bagaimana bisa berbeda sangat jauh, padahal ketiga mapel ini berkaitan. Semestinya nilai matematikamu juga bagus," begitu tegurnya. Aku hanya senyam-senyum sambil mengatakan akan memperbaikinya. Hahahaha.
Yang pasti, dari semua kertas ujian yang aku temui, sejak SMP hingga SMA, nilai mapel bidang pengetahuan agama seperti Akidah Ahlak, Fiqih, Al-quran Hadis, Tarekh (SKI) selalu mendapat nilai tinggi. Seingatku, tak pernah ada nilai dibawah 90 untuk mapel-mapel itu. Bahkan sudah menjadi hal yang biasa ketika aku mendapat nilai sempurna, 100! Sampai aku sering sekali berpikir, “Ah, sepertinya aku sangat cocok menjadi guru agama,” hihihhi. (mengapa dulu aku tak berpikir untuk merealisasikannya yaah? --“)
Banyak juga kutemukan buku-buku tulis yang berisi materi-materi. Mengingatkanku kembali, bahwa sejak dulu karakter tulisanku selalu berubah-ubah. Dalam satu buku tulis saja, terlihat seperti ditulis oleh dua puluh tangan yang berbeda! Amazing! Atau Crazy!
Kata orang, bentuk tulisanku yang berubah-ubah menandakan bahwa aku karakter seorang yang tidak konsisten. Ah, tapi aku tidak ingin membebani pikiranku dengan hal-hal yang menyakiti hati. Meski kenyataannya begitu, benar, aku bukan orang yang mudah konsisten dalam banyak hal. Namun, mengenai bentuk tulisanku yang berubah-ubah itu, aku hanya ingin menganggap dari sisi positif, bahwa itu menandakan aku seorang yang kreatif!
:D
Oh ya, benar! Aku memang seorang yang kreatif (dulu)! Entah sekarang.
Kenyataan itu sama halnya aku temukan saat agenda beres-beres kamar. Dalam sebuah dus yang cukup besar, aku menemukan banyak karya tanganku yang unik dan membuatku sedikit tercengang. Betapa kreatifnya Kirana dulu: membuat kartu ucapan Selamat Lebaran, Selamat Ulang Tahun, dari kertas karton berwarna-warni dipadukan kertas kado yang sudah tak terpakai, ditempeli gambar-gambar yang mendukung yang diambil dari majalah atau koran. Selain itu, ada beberapa buku yang isinya kumpulan lagu-lagu yang trend saat itu. Diberi daftar isi di lembar awal, lalu dengan tulis tangan aku menuliskan lagu-lagu lengkap dengan hiasan yang aku gambar sendiri di setiap lembarnya. Lalu, ada satu buku yang berisi desain-desain baju. Oh! Yang ini benar-benar membuatku bahagia sekali. Kemarin, saat momen Lebaran (2014) semua keluarga berkumpul di rumahku, awalnya seperti biasa, aku hanya ingin menghias tanganku dengan Henna (Khas Arab), tepat di malam sebelum esoknya lebaran. Selesai aku menghias tanganku, tiba-tiba permintaan untuk menghias tangan dengan Henna bermunculan begitu saja sebanyak jumlah orang yang ada di rumahku malam itu baik laki-laki atau perempuan, kecuali Bapa. Dia mengatakan jijik melihat tangan dicorat-coret seperti itu. Lelah, tentu. Namun, ada perasaan bahagia tatkala melihat mereka begitu memohon untuk digambarkan pola-pola cantik olehku. Bisa dijadikan bahan ledekan juga untuk anak-anak kecil dengan berpura-pura tidak mau menggambar ditangannya sampai mereka marah-marah bahkan ada yang menangis. Hihi. Lebih bahagia lagi, karena aku menjadi merasa memiliki sesuatu yang berguna. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, aku berpikir aku tidak memiliki kelebihan/kemampuan apa-apa dan tidak berguna. Semua pikiran itu seketika hilang saat semua keluarga mengatakan, “Lihat, ihh pinter banget Pa, Bu, anaknya siapa sih yaa. Pinter bikin kaya gini. Cuma ila ah yang bisa bikin kaya gini.” Termasuk Bapa, yang tidak ingin tangannya ikut dihias, Bapa tetap memujiku! Bahagia banget rasanya! Aku senyam-senyum tok :D
Dan… ternyata… semua tak berakhir di malam itu. Banyak orang yang kemudian melihat gambaran di tangan-tangan keluargaku, mereka memintaku untuk menggambarkan di tangan mereka!
Sayang, henna yang aku gunakan untuk menggambar adalah henna yang biasa dibeli oleh orang yang lepas pergi Haji untuk dijadikan oleh-oleh. Henna dengan wadah berlubang besar dan seringkali mblobor. Bukan henna khusus yang biasa dipakai oleh pelukis henna proesional. Alhasil, tanganku lebih cepat merasa pegal, lelah. Huh, tapi seneng! ^_^
Oh, bahkan lebih dari itu! Entah kenapa, sejak itu, banyak diantara keluargaku meminta aku untuk mendesainkan baju yang kemudian akan mereka antar ke penjahit!
Ow ow, aku sudah lama sekali tidak melakukan hal itu, yang ternyata hobiku semasa kecil dulu. Aku tidak bisa menolak berbagai permintaan dari mereka. Maka, untuk pertama kalinya setelah sekian tahun lamanya, aku kembali mencoba menggerakkan tanganku lagi dengan pensil di atas kertas. Mendesain baju sesuai permintaan beberapa keluargaku! Oh, ini benar-benar membuatku seperti orang yang baru pulih dari kecelakaan yang menyebabkan aku hilang ingatan!
Yah, aku nikmati saja semua itu. Bahkan kini aku semakin asyik melakukannya dan menjadikan hal itu sebagai hobi baru dikala jenuh.
Kembali pada agenda beres-beres kamar. Aku termasuk yang sulit melepas hal-hal kecil yang menjadi kenangan, mengingatkanku pada masa lalu. Lihatlah, betapa aku masih menyimpan semua kartu test UTS, UAS, Ujian, atau apapun. Masih menyimpan juga coretan-coretan iseng bersama teman-teman di kertas, yang isinya tak menentu. Kadang, berisi nama-nama aku dan beberapa kawanku dipasangkan dengan beberapa laki-laki yang menjadi idaman masing-masing. Atau memang sudah menjadi pasangan (sesaat). Tak lupa, gambar love-love kecil mengelilingi lembaran kertas. Aku masih menyimpan semuanya dengan baik!
Sejujurnya terasa amat berat, saat aku harus melepas sebagian besar barang-barang itu. Terutama untuk buku-buku sejak SD hingga SMA, aku tak tega membuang ke karung besar yang sudah dipersiapkan Ibu. Semua barang yang dimasukkan karung itu akan Ibu jual ke Tukang Rongsok (Pemulung). Memang sih, sama saja bohong jika aku tak bisa membuang beberapa barang yang sudah tak terpakai dari kamarku. Namun, pertanyaan tak henti-hentinya menghantui pikiranku, ‘akan dikemanakan buku-buku itu pada akhirnya? Semoga saja kemanapun buku itu jatuh ditangan orang dan berguna untuk seterusnya.’
Awalnya aku membela diri untuk tidak membuang buku-buku lamaku itu karena saat aku buka sekilas, isinya masih menarik perhatianku, aku ingin membacanya lagi. Namun, aku kembali berfikir, ‘yakin akan sempat membaca buku-buku itu? Lah, wong yang ada sekarang yang masih baru aja udah ngantre banyak banget, gak dibaca-baca kok.’ Begitu. Alhasil, aku berusaha melepas buku-buku itu dan hanya memilih buku cetak yang masih bagus untuk diberikan ke saudara yang masih SMA. Semoga bermanfaat. YaaAllah… jangan sampai ilmu yang ada dibuku itu terbuang sia-sia. (duh, sampe sekarang masih kepikiran aja yakin.. -_- )

Bersambung (lagi)…



*Sayang sekali aku tak memiliki semua foto pendukung untuk semua cerita di atas.
Ini hanya ada beberapa foto yang memperlihatkan corat-coretku dengan henna di beberapa tangan keluargaku :D hihi






adsense 336x280

0 Response to " >o< Ommo! Aku Sembuh dari Hilang Ingatan! :p "

Post a Comment