Cilacap, 05 Agustus 2014. Deburan ombak seolah meniupkan bunga-bunga pohon waru yang bergeletakkan di bibir pantai. Ku ambil satu dari beberapa
yang terlihat paling baik. Kuciumi sambil memjamkan mata, satu bunga yang kini
ada di genggaman tangan. Aku tahu, bunga itu tak akan menjadi milikku
selamanya. Dia akan layu kemudian mati. Atau, dia akan lebih cepat pergi dariku
karena terbawa kencangnya angin. Tiba-tiba aku
Apakah benar, Tuhan akan mempertemukan kita dengan beberapa
orang yang salah, sebelum mempertemukan dengan orang yang benar untuk kita?
Jika benar demikian, sungguh aku tak menginginkan cara
Tuhan yang seperti itu. Aku memang sangat menyukai hal-hal indah saat aku
dipertemukan dengan seseorang. Namun, aku tak sanggup jika lagi-lagi harus
merasakan sakit hati karena menerima takdir harus berpisah dengan orang yang
kucintai.
Mengapa Tuhan mempertemukan aku dengannya? Mengapa dia
datang kepadaku dengan cara yang baik? Mengapa rasa ini teramat sulit
dilepaskan? Mengapa kini dia begitu menyebalkan sehingga tiba-tiba aku
membencinya dan ingin segera melupakannya? Namun, mengapa pula kebaikan dan
kenangan indah selama bersamanya menjadi semakin kuat seiring kuatnya
keinginanku untuk melupakannya?
Jika pada akhirnya seperti ini lagi, lebih baik Engkau tak
mempertemukan aku dengan seseorang yang memberikan kebahagiaan sesaat dan tak
lama kemudian pergi dari hidupku. Sungguh!
Kelak, pertemukanlah saja aku dengan dia yang memang akan
menjadi milikku seutuhnya, selamanya!


0 Response to " Seperti Memilih Satu Bunga yang Berserakan, benarkah? "
Post a Comment