Seperti Memilih Satu Bunga yang Berserakan, benarkah?

adsense 336x280
Cilacap, 05 Agustus 2014. Deburan ombak seolah meniupkan bunga-bunga pohon waru yang bergeletakkan di bibir pantai. Ku ambil satu dari beberapa yang terlihat paling baik. Kuciumi sambil memjamkan mata, satu bunga yang kini ada di genggaman tangan. Aku tahu, bunga itu tak akan menjadi milikku selamanya. Dia akan layu kemudian mati. Atau, dia akan lebih cepat pergi dariku karena terbawa kencangnya angin. Tiba-tiba aku
memikirkan sesuatu, seperti itukah Tuhan memilihkan seseorang untuk dipertemukan denganku, menemaniku beberapa saat lalu pergi digantikan dengan yang lain? Untuk apa sebenarnya semua itu? Mengapa Tuhan tak langsung memilihkan bunga dengan rupa yang paling baik dan benar-benar pantas menjadi milikku? Selamanya.
Apakah benar, Tuhan akan mempertemukan kita dengan beberapa orang yang salah, sebelum mempertemukan dengan orang yang benar untuk kita?
Jika benar demikian, sungguh aku tak menginginkan cara Tuhan yang seperti itu. Aku memang sangat menyukai hal-hal indah saat aku dipertemukan dengan seseorang. Namun, aku tak sanggup jika lagi-lagi harus merasakan sakit hati karena menerima takdir harus berpisah dengan orang yang kucintai.
Mengapa Tuhan mempertemukan aku dengannya? Mengapa dia datang kepadaku dengan cara yang baik? Mengapa rasa ini teramat sulit dilepaskan? Mengapa kini dia begitu menyebalkan sehingga tiba-tiba aku membencinya dan ingin segera melupakannya? Namun, mengapa pula kebaikan dan kenangan indah selama bersamanya menjadi semakin kuat seiring kuatnya keinginanku untuk melupakannya?
Jika pada akhirnya seperti ini lagi, lebih baik Engkau tak mempertemukan aku dengan seseorang yang memberikan kebahagiaan sesaat dan tak lama kemudian pergi dari hidupku. Sungguh!
Kelak, pertemukanlah saja aku dengan dia yang memang akan menjadi milikku seutuhnya, selamanya!

… Semoga, aku dapat melupakanmu, seperti dulu, aku dapat melupakan seseorang sebelummu…


adsense 336x280

0 Response to " Seperti Memilih Satu Bunga yang Berserakan, benarkah? "

Post a Comment