Cara Tuhan Mengajari Kita Ikhlas Ditinggal Mati Orang yang Kita Cintai (CTMKIDMOKC) :p

adsense 336x280
Aku sering berpikir, ‘oh ternyata, sepanjang tahun 2013-2014 ini aku menjalani kehidupan di Kota Semarang, di suatu sudut di tengah kota dengan rutinitas yang cukup monoton aku jalani setiap harinya. Ditemani kakak Uma, yang kini menjadi orang terdekat yang aku punya. Dulu, aku menjalani tahun 2011-2012 di kos-kosan di kota Bumiayu, ditemani beberapa kawan seperjuangan yang kini telah tersebar di beberapa kota. Cerita kehidupan di tahun-tahun sebelumnya tentu berbeda lagi. Dan aku akan terus berpikir, seperti apakah
suasana dan kegiatan yang akan aku jalani di tahun-tahun berikutnya? Seperti apa kehidupanku di tahun 2016 setelah lulus kuliah nanti? Bahkan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mempengaruhi kisah hidup masa depan. Apa pekerjaan tetapku nantinya? Siapa yang akan menjadi imam bagi rumah tanggaku kelak? Di mana tempat tinggalku dalam mengarungi masa tua nanti? Berapa anak yang akan Tuhan titipkan untukku dan suamiku?’

Baik, aku ingat betul. Dulu, sahabatku, Sabila, pernah berceloteh kurang lebih isinya demikian, Allah itu sangat baik. Di kehidupan kita, Allah sudah mengatur bagaimana mempersiapkan agar dapat membuat kita lebih ikhlas melepas kepergian orang-orang yang kita sayangi untuk selama-lamanya, khususnya orangtua. Saat masih TK, orangtua biasanya menemani kita ke sekolah. Lalu menginjak SD, kita berangkat sendiri ke sekolah, berpisah dengan orangtua, dan kembali pulang pukul 12.00. Memasuki SMP, kita pulang dari sekolah pukul 13.00, durasi tidak bertemunya kita dengan orangtua semakin lama. Kemudian saat SMA, biasanya lokasi sekolah semakin jauh, kita akan sampai rumah pukul 15.00 (aku sendiri saat memasuki SMA memilih ke  SMA di kota yang cukup jauh dari rumah, dan aku akan pulang ke rumah setiap satu minggu sekali saat hari libur, bahkan dua minggu sekali). Berlanjut hingga memasuki perguruan tinggi, saat ini biasanya aku pulang satu atau dua bulan sekali. Bahkan pernah hanya sekali dalam satu semester. 
Begitu indahnya Allah dalam mengatur kehidupan. Secara halus, tersirat, mampu membuat kita tidak begitu menyadari bahwa semua itu adalah cara Allah melatih kita agar mampu mandiri dan bisa lebih ikhlas jika suatu saat nanti harus kehilangan orangtua, atau saat kita harus berpisah dengan orangtua karena mengikuti suami kita, tinggal di kota yang jauh untuk waktu yang cukup lama tidak saling berjumpa.
adsense 336x280

0 Response to " Cara Tuhan Mengajari Kita Ikhlas Ditinggal Mati Orang yang Kita Cintai (CTMKIDMOKC) :p "

Post a Comment