Aku ingin membiarkan semua ini berjalan sampai aku merasa lega: menangis ditutupi masker dan ditengah kebisingan jalan.
Aku tak ingin orang-orang melihat tangisku, aku tak ingin orang-orang
mendengarkan suara isak tangisku yang menjerit mengerikan. Meski pandanganku menjadi buyar,
air mata yang menggenang menutupi pandanganku ke jalan. Lalu aku hanya
Banyak orang-orang baru datang silih
berganti mengisi hari-hariku. Lalu belakangan ini aku sadari, kebanyakan mereka
yang aku kenal baik itu akhirnya menjadi begitu jahat, menyakitiku, dan
membuatku menjadi seperti mahluk terburuk yang pernah diciptakan-Nya. Ya Tuhan,
semoga semua yang menimpaku ini adalah ujian dariMu untuk meninggikan levelku,
dan sebagai sesuatu yang mendewasakanku.
Apakah lebih baik kita mengenal
seseorang sampai kita tahu baik, lalu mereka pergi dari hidup kita, terpisah
jarak sebelum mereka menyakiti? Seperti aku dengan sahabat-sahabatku, Sabila
yang begitu menyayangiku, aku merindukanmu…. Aku butuh bahumu untuk berbagi
masalah yang menimpaku, aku ingin belaian dan pelukan tubuhmu… Aku juga
merindukan Zidna, dia yang sangat baik, hampir dua tahun menemaniku, setiap
pagi menyisir rambutku, Liza, si kecil manis yang bijak. Aku rindu kalian
semua… Kalian adalah beberapa orang yang aku kenal baik selama ini dan tak
pernah membuatku merasa seperti ini. Keluargaku, mereka sangat mengerti aku,
semua yang mereka lakukan hanya untuk membuatku bahagia. Aku sangat bersyukur
kepada Tuhan telah dianugerahkan mereka di dunia.
Pada akhirnya, aku hanya dapat
menghibur diri sendiri dengan beberapa anugerah dari Tuhan yang semestinya aku
syukuri. Ya Tuhan, aku tidak meminta Engkau untuk tidak mengujiku, yang aku
minta, selalu kuatkan aku, tabahkan aku, seberapapun berat ujian yang Kau
berikan.
Semarang, 13 Mei 2014.
Semarang, 13 Mei 2014.
0 Response to " Lagi, Tuhan Ingin Meninggikan Levelku "
Post a Comment