Mimpi Ini Akan Selalu Ku Jaga... ^_^

adsense 336x280
Ceritanya hari ini (24 Maret 2015) bisa dikatakan hari spesial buatku. Pada 2013, aku hanya membutuhkan dua kali mengirim tulisan pada rubrik Debat Mahasiswa ke Suara Merdeka. Nah pada kiriman kedua itu tulisanku dimuat. Cukup singkat untuk sebuah persaingan media masa lokal yang sudah cukup terkenal. Entah untuk masalah kualitas tulisan dalam rubrik itu loh yaa. Hehe.
Aku merasa senang, tentu. Apalagi saat melihat keluarga bangga, terutama Bapak yang seharian itu
menenteng Koran Suara Merdeka kemana-mana. Ditambah ibu yang pandai bercerita membangga-banggakan prestasi (kecil)ku itu ke beberapa rekan yang dijumpainya. Ah, tingkah kedua orangtuaku kadang membuatku malu, geli, sekaligus terharu bahagia.
Bagiku pribadi, kepuasaan saat itu karena aku berpikir bahwa tulisanku dianggap layak untuk kelas redaksi Suara Merdeka. Satu tantangan pada tataran media lokal daerah berhasil aku lewati. Saat sudah berhasil memecahkan tantangan, aku berpikir harus segera mencoba media yang lebih tinggi dan menguji kemampuan menulisku. Rubrik Argumentasi Kompas Kampus menjadi sasaranku selanjutnya. Aku coba beberapa kali. Tidak selalu rutin setiap minggu, namun hanya saat aku mempunyai ide atau gagasan dan bisa mengalahkan rasa malas. Tentu adanya kesempatan juga. Hehee.
Belasan kali aku coba mengirim, namun masih belum mendapat kesempatan dimuat. Sedih pastinya. Apalagi saat minggu demi minggu, beberapa kawan seperjuangan di Pers Mahasiswa semakin banyak bermunculan. Bahkan adik tingkat di bawahku. Tekanan dari para senior juga cukup membuat perasaanku campuraduk, “Masa kalah loh sama adik tingkat.” Namun kesedihan itu tidak kubuat menjadi berlarut-larut. Aku buat santai saja tapi juga tidak mau menyerah. Aku terus mencoba berusaha: melihat Kompas setiap selasa untuk melihat tema Argumentasi edisi minggu depan, mencoba berpikir sampai muncul ide dan ada kesempatan, lalu menulis.
Hingga akhirnya… Tadaaa…! Pada hari ini (24/03/15) tulisanku dimuat. Mungkin sudah waktunya. Aku percaya kok, usaha itu pasti membuahkan hasil. Hanya saja waktunya dirahasiakan Tuhan.
Aku pilih foto ini karena pas make seragam PersMa, id card keliatan, megang kamera, sengaja ben keto keren.
Ehh ternyata di crop jadi close up gini. Tau gitu mending ngirim foto close up yang lebih caem. Hihi.
Aku jadi teringat dengan pendamping baru UKM yang malam hari sebelumnya baru saja aku dan teman-teman singgahi rumahnya. Pak Saratri Wilonoyudho, tak ku sangka karya tulisannya yang dimuat di media masa sampai pada angka ribuan. Daebak! Sembari guyon dia berceletuk, "Coba saja cari, apa ada dosen Unnes yang sudah melebihi saya seperti ini. Nek ono tak parani mba, njaluk buktine," Hihi. Waah ini Bapak benar-benar keren. Resepnya katanya "Bukankah di Al-quran sudah disebutkan 'iqra', bacalah. Ya, pandai-pandailah membaca keadaan. Lebih peka pada kondisi sekitar. Menulislah dari hati." Begitu katanya. Pak Saratri juga pandai sekali menata dokumen-dokumen bukti tulisan-tulisannya pernah dimuat di media masa. Aku betul-betul terinspirasi olehnya. Aku juga pasti bisa seperti beliau! Aku harus berusaha untuk meningkatkan kemampuan menulisku!


Beberapa jilid berisi kumpulan artikel Pak Saratri yang pernah dimuat di media masa. Tak sedikit juga surat-surat dari banyak pihak berisi ucapan terima kasih karena tulisannya sering menginspirasi dan mencerahkan. Salut, Pak! Kulo ngefans njenengan! ^_^
Pak Saratri, pendamping kami yang baru, pendamping yang katanya tidak mau hanya dilibatkan untuk membuka acara dan menandatangani SPJ. Harus dilibatkan pada proses redaksi, katanya. Waah! Pak!
Memang tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak. Padahal, jika mau menilik, aku mengirim tulisan itu telat dari deadline. Mestinya maksimal dikirim sabtu (21/03/15), aku mengirim pada minggu dini hari. Karena baru ingat, maklum pelupa. Mendadak dan telat. Intinya seperti itu. Namun aku nekat saja mengirim, toh belum telat banget juga. Hihi.
Tak salah saat tulisanku dimuat, ada kawan yang berceletuk, “Itu karena ngirimnya terakhir sih… Soalnya biasanya redaksinya males mbuka yang awal-awal, jadi ngeh-nya ya cuma yang akhir-akhir.” Aish! Aku gak setuju 100% dengan pernyataan dia. Enak aja! Menurutku kualitas juga menentukan.
Sebelumnya juga aku sering sengaja ngirim akhir-akhir dan kadang tak disengaja telat. Tapi sesering itu pula tulisanku gak dimuat. Tapi yaa… its no problem.

Yah, akhirnya aku berhasil kembali puas untuk tataran yang lebih tinggi. Bukan puas hanya lantaran mendapatkan jaket biru yang siap aku terima. Hihi. Namun, lebih dari itu, untuk mengevaluasi tingkat kemampuan menulisku. Berarti tulisanku sudah dianggap layak jajaran rubrik di Kompas tersebut. Kalau masalah hadiah sih, itu menurutku bonus. Saat dimuat di Suara Merdeka, aku tidak medapat kabar mendapatkan ini itu. Padahal kata teman, jika dimuat mendapat duit beberapa ratus ribu. Sebenarnya lumayan. Tapi, karena setelah dikonfirmasi, aku harus mengambil sendiri di kantor Suara Merdeka di Kaligawe, dan juga ada saja halangan hingga berbulan-bulan lamanya aku tak mengambil, ya akhirnya sampai sekarang aku relakan saja uang tersebut tidak sampai ke tanganku.
Sengaja ditaruh di tengah, mungkin karena foto yang lain pada gelap yaa. Bukan karena cantiknya loh. Hihi
Tapi aku perhatikan memang semakin ke sini semakin singkat informasi di Suara Merdeka untuk pengiriman rubrik Debat Mahasiswa. Kalau dulu sampai mendetail perintah untuk mencantumkan nomor rekening, sekarang paling-paling mentok di email. Memberi kesan semakin menutup diri. Entahlah, mungkin kekayaan perusahaan media tersebut lagi turun, atau berpikir lebih baik menggunakan uang itu untuk kesejahteraan pegawai dari pada harus mengirim ke rekening mahasiswa yang hanya menyumbang beberapa baris tulisan.

Tak tahu lah, yang pasti aku ingin melanjutkan impian. Untuk menulis lebih banyak lagi, syukur lebih sering menang lomba atau dimuat di rubrik dan media yang lebih keren, menginspirasi, mencerahkan. Lebih jauh lagi, aku ingin mengejar impian, jika saat ini aku masih menjadi pihak yang berusaha masuk media dengan cara berkompetisi, suatu saat aku ingin menjadi sosok yang dibicarakan diberbagai media karena sebuah prestasi atau karya yang aku miliki. Aamiin. Mugi barakah.


-Di rumah kedua yang riuh ramai setiap malam rabu-
Salam,
Kirana.

 
adsense 336x280

3 Responses to " Mimpi Ini Akan Selalu Ku Jaga... ^_^ "

  1. subhanallah, inspiratif ya jadi pengen nulis juga kaya gitu, karena selama ini jika pun dpt ide ora kata2 yang bagus susah ngembanginnya

    ReplyDelete
  2. Eh baru ngeh kalo "prof" saratri sekarang sudah beneran prof.

    ReplyDelete