Hallo, Sobat
Yomaca.id. Sesekali boleh lah ya
nulis judul yang mengesankan rasa percaya diri (atau lebih tepatnya mengandung
unsur narsistis). :D
Yap! Di bawah ini aku menulis beberapa tips untuk move on. Sebenarnya move on jangkauannya luas ya,
bukan melulu tentang pacar. Bisa move on
dari pekerjaan lama, move on dari
kebiasaan buruk, move on dari bla-bla-bla.
Namun, berhubung yang nulis ini lagi
kepingin berbagi pengalaman yang belum
lama dirasakan, ya move on ini dalam
hal move on dari mantan pacar. :D
Nah, tulisan ini juga bukan
berasal dari riset atau hasil dari proses studi pustaka yang panjang. Baca satu
artikel untuk mendukung pun tidak sama sekali (takut memengaruhi analisisku
terhadap pengalaman pribadi) hihi.
Jadi artikel ini bener-bener murni hanya berdasarkan pengalaman yang aku rasa. Ecieee. Maksudnya sambil latihan
membiasakan nulis lagi, soalnya udah mulai dapet tugas lagi dari UKM Jurnalistik
di kampus. Wekaweka. (baiklah, gaya
nulis kali ini sembrono banget. Tak peduli EYD dan semacamnya. Ceritanya lagi cuwek bebek). #:-s
Sobat
Yomaca, Yuk langsung cuss...pahami...resapi...jalani...hihi. :D
- Menentukan Sikap Berdasarkan Alasan Berpisah/Putus
Poin pertama cukup menentukan untuk bertindak
menuruti tips berikutnya atau tidak. Maksudnya gini, saat memutuskan berpisah
atau mengakhiri hubungan tentu ada alasan yang barangkali hanya bisa dimengerti
oleh dua orang sepasang kekasih. Entah alasan itu menjengkelkan atau justru
mengharukan.
Pertama, jika Sobat pikir alasan berpisah itu
benar atau tak menyakitkan, Sobat bisa mengambil langkah terus positif
thinking, yakin bahwa keputusan itu adalah yang terbaik, dan terus percaya pada
Allah mungkin akan mempertemukan Sobat dengan orang yang lebih baik (ingat Q.S.
24:26). Atau kalaupun Sobat tetap merasa berjodoh dengannya, bisa jadi menurut
Allah sekarang ini bukan waktu yang tepat, mungkin Allah punya rencana
mempertemukan kalian beberapa tahun lagi. Tentunya dalam keadaan yang lebih
baik dan kualitas diri yang sama-sama sudah lebih baik dari sebelumnya. Jika
demikian, cukup berhenti pada tips ini. Kuncinya hanya bersabar, ikhlas, dan
terus berprasangka baik padanya dan pada Allah Sang Maha Pemberi Cinta.
Kedua, jika alasan dia memutuskan untuk berpisah
sepertinya hanya alasan-alasan klasik, tidak masuk akal, dan menyakitkan.
Misal, dia mengatakan masih kurang yakin dengan Sobat. Padahal sudah hampir 3
tahun menjalin hubungan kok ya bisa-bisanya bilang gitu, terus emang selama ini
ngopo wae? (aneh kan?). Alasan lain
misal pernyataan pesimis dia yang takut nantinya tidak bisa membahagiakan Sobat.
Serta alasan-alasan aneh serta menyakitkan lainnya. Padahal mungkin alasan dia
meminta berpisah hanya bermuara pada satu hal, dia sudah bosan dengan Sobat dan
mulai menyukai orang lain. Maka selain bisa mengambil langkah seperti pada
kasus pertama, Sobat perlu mempertimbangkan tips-tips lain di bawah ini.
- Fokus pada Kekurangan Dia
Melupakan dan menghilangkan rasa pada orang yang
sebelumnya menemani hari-hari Sobat memanglah tidak mudah. Setelah membentengi
diri dengan diawali melebihkan perasaan sabar, ikhlas, dan terus berpikir
positif, cara lain untuk melupakan rasa sakit dan menghilangkan rasa cinta pada
mantan, adalah dengan terus mengingat kekurangan-kekurangan dia. Dengan cara
ini, Sobat akan berpikir tak ada untungnya menangisi orang seperti dia. Misal,
selama menjalin hubungan dengannya, Sobat tentu sering merasa kecewa karena
beberapa sifat buruknya. Seperti selalu datang terlambat jika diajak ketemu,
tidak peka, menutupi status hubungan, dan sifat buruk lain.
Memang setiap manusia tidak ada yang sempurna.
Tapi untuk kali ini, demi kepentingan move on, tutuplah sementara dari
mengingat kebaikan-kebaikan dia. Bukan berarti mengajarkan untuk selalu
memandang sesuatu dari sisi negatif. Namun, cara ini cukup ampuh dalam rangka
melupakan dan menghilangkan rasa pada mantan. Ingat, selalu lihat kekurangan
dia, keburukan dia! Jangan sedih putus cinta dengan orang seperti dia! =D
| younganddazzling.blogspot.com |
- Buang Segala Kenangan Bila Perlu
Aku pribadi tipe yang tidak perlu membuang
segala kenangan yang ada. Namun, berdasarkan cerita pengalaman rekan, katanya
sih, cara ini ampuh untuk move on dari mantan. Tapi kalau aku sih eman yaa nek
misal udah dikasih boneka super gede harus dibuang demi move on. Haha. Yaa semua
kembali pada karakter Sobat, sesuaikan dengan kebutuhan untuk move on. Hehe.
Jangan lupa juga, hapus foto-foto di instagram,
facebook, atau medsos lain. Biar laki-laki (kalau Sobat yang baca perempuan)
yang lihat tahu kalo Sobat masih single dan tak terikat dengan siapapun. Bahkan,
menunjukkan bahwa Sobat sedang membuka hati untuk yang baru! ;)
- Positif Thinking pada Rencana Tuhan
Kembali pada tips ini, bagaimanapun alasan
berpisah, menyakitkan atau mengharukan, tips ini benar-benar harus dikuatkan
dalam diri. Mungkin saja di balik perpisahan yang Sobat alami, ada desain Tuhan
yang sangat apik bagi kehidupan Sobat setelahnya. Barangkali yang kuliah sudah
menginjak semester tua, yang sekolah sudah mau bergelut sama Ujian Akhir. Dari pada
ribut terus sama pacar, ngganggu konsentrasi belajar. Lebih baik difokusin sama
tanggung jawab yang harus segera diselesein biar orang tua seneng. Hehe. (yaa
walopun saat proses penggarapan motivasi dan keberadaan pasangan kadang
dibutuhkan ya. Tapi percayalah, setelah dijalani hanya lebih banyak ribut dan
ganggu konsentrasi. Hehe)
Bisa juga buat Sobat yang diem-diem melanggar
larangan orang tua untuk gak pacaran, nah di sini Tuhan ingin menegur Sobat untuk
meninggalkan bentuk kenakalan yang sedang dijalani. Barangkali jika Sobat tetap
menjalani perbuatan yang tidak diridhoi ortu (dan Allah tentunya), beberapa
tahun mendatang Sobat baru merasakan akibatnya. Seperti hidup tidak berkah,
terlalu banyak menangis karena lelaki, hidup tidak tenang, dll. Jadi, yakinlah
sama Allah, perpisahan yang dialami adalah bentuk kasih sayangNya. Lagian belum
halal kok, model pacaran gimana pun tetep gak dibolehin loh yaa. (Semoga aku
juga istiqomah. Hehe) :)
- Menyibukkan Diri dengan Aktivitas Positif
Nah next
tip,
udah gakusah terus-terusan mikirin urusan cowok. Awalnya emang sulit, aku tahu
banget rasanya. Tiap hari meratapi terus, lihat foto-foto berdua, chat sama
dia, segalanya dia. Bahkan masih gak nyangka kenapa bisa putus sama dia. Tapi yaudah,
kalau gitu terus kapan Sobat bisa move on 100%? Masa loadingnya lama banget. Kalau
Sobat download file terlalu lama loading juga gak enak kan? Hihi. Makanya,
salah satu caranya ya sibukkan dengan aktivitas positif yang bisa bikin Sobat gak
sempet mikirin dia. Apapun yang gak ada jadi diada-adain aja. Hehe. Sobat bisa
melakukan beberapa kegiatan ini misalnya:
Pertama, ke perpus, nongkrong baca buku-buku
apapun entah fiksi atau non-fiksi. Gak harus ke perpus juga gakpapa sih. Sobat bisa
pinjem buku temen, terus pilih tempat yang nyaman buat baca, entah cukup di
rumah, taman, atau di WC mungkin? hehe. Ciyus deh baca buku itu penting banget.
Bisa bikin pikiran Sobat lebih terbuka, lebih menerima perbedaan, gak
berpikiran sempit, dan gak kolot. Pastinya juga nambah pengetahuan dan menghindari
kepikunan di masa tua (percaya deh, ini aku gak ngomong asal) hehe. :)
![]() |
| sayogand.blogspot.com |
Kedua, ini termasuk resolusiku tahun ini sih. Lebih
bergaya hidup sehat, khususnya dalam hal olahraga. Nah, biar gak mikirin si doi
terus, coba deh alihin ke olahraga. Selain bikin sehat raga, dijamin bikin
sehat hati juga. *eyyaaa =D
Sobat bisa lari di GOR (lari dalam arti yang
sebenernya yaaa...bukan lari dari kenyataan saking galaunya terus mau nyerah
gitu aja). Hihi. Aku pribadi kadang kalau gak lari di GOR Tri Lomba Juang (GTLJ
deket taman KB) atau di area Citra Grand Sambiroto. Yang belum kesampaian
justru jogging di Lapangan FIK kampusku sendiri (Unnes). Semoga segera
terwujud. Hehe. Selain jogging/lari, Sobat bisa juga bawa peralatan tempur
seperti raket buat main badminton, skipping, bola basket, bola voli, atau
apalah apalah. Olah raga di keramaian bisa bikin hati gak galau dan jadi happy!
Asal jangan terus nyanyi lagu...di tengah keramaian aku merasa sendiri....wah
gawat. Bisa galau lagi.... =D
Ketiga, coba Sobat lebih mengenali diri Sobat
sendiri. Bolehlah membuka album-album lama, tulisan-tulisan atau
curhatan-curhatan lama, bernostalgia intinya. Siapa tahu kita bernasib sama. Hee.
Saat bernostalgia bisa jadi Sobat kembali diingatkan dengan hobi masa kecil
yang terlupakan dan kini terabaikan. Misal menggambar, baca komik, koleksi
barang antik, bikin handcraft, merajut, atau apapun itu. Bisa deh Sobat
kembangin lagi, Sobat tekuni lagi di sela-sela waktu luang. Yakin deh, mungkin
saat ini Sobat belum tahu manfaatnya, tapi lakuin aja. Bisa kan karya-karya Sobat
nanti dipamerin ke anak cucu, memotivasi mereka, dan untuk mengenang aja di
masa tua. Lagian aktivitas positif kan? Gak merugikan, dan pasti sedikit banyak
nanti bermanfaat. Dari pada ngegalau mikirin mantan, hayooo? Hihi.
Keempat, Sobat bisa lebih fokus menyayangi
orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat. Luangin lebih banyak waktu
untuk mereka, mungkin selama Sobat menjalin hubungan dengan mantan, tanpa sadar
Sobat telah kehilangan waktu bersama mereka. Orang-orang yang justru telah
hadir lebih dulu dibanding si mantan. Orang-orang yang tanpa disadari justru
lebih tulus menyayangi dan selalu ada untuk Sobat. Lihat mereka dengan
senyuman, betapa sebenarnya keberadaan mereka begitu berarti untuk Sobat. Tentu
jika Sobat sudah lebih menyayangi dan memberi perhatian lebih pada keluarga dan
sahabat, mereka pun akan lebih menyayangi dan memperhatikan Sobat. Buktikan
yaa? ;)
- Percaya Diri dengan Terus Meningkatkan Kualitas Diri
Nah, kalau sudah melakukan beberapa tips di
atas, langkah selanjutnya ya bener-bener Sobat yang bisa ngatur sendiri. Percaya
diri aja, udah. Jangan galau karena mantan ah, gak level. Mending fokus ke
kegiatan positif, produktif, berprestasi, terus meningkatkan level kualitas
diri. Biar semoga saja yaa pasangan Sobat nantinya berkualitas juga. Hehe.
Perlahan tapi pasti, kalau Sobat sudah terbiasa
sendiri dan fokus ke tujuan move on. Percayalah, langkah Sobat bakalan happy
tanpa dia, tanpa mikirin dia, bahkan Sobat gak butuh dia sama sekali. Sobat
bisa mandiri dalam melakukan berbagai kegiatan. Semua memang butuh proses, dan
waktu yang dibutuhin untuk move on setiap orang pasti beda-beda. Aku sendiri
butuh kira-kira waktu 4 bulan untuk 100% move on. Setelah itu? Rasakan sendiri
nikmatnya bisa move on! ^_^
Ingat, ibarat barang, semakin berkualitas
semakin mahal. Gak kaya barang orbalan yang ditaruh di depan, tanpa bungkus
plastik, diacak-acak orang banyak. Tapi barang mahal? Di taruh di dalam
etalase, dipajang rapih, gak bisa disentuh sembarang orang. Nah... tinggal
pilih, mau jadi barang obralan atau barang mahal? Hehe. Cuma perumpaan
yaa...kita sih bukan barang yang bisa dijual. Haha. Intinya percaya diri aja,
mantap dengan pilihan move on dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik!
Semoga tipsnya bermanfaat. Salam semangat bagi Sobat yang masih berjuang untuk move
on. ;)
Dari yang berhasil move on,
Dari yang berhasil move on,
Kirana D. Prameswari

0 Response to " Tips Move On dari Ahlinya (?) "
Post a Comment