Rasanya Jadi Pasangan Kamu, Pasanganku

adsense 336x280
Beberapa waktu yang lalu, salah seorang senior yang baru membuka blogku, berdecak, "Oh, berarti tipe blogmu hanya berisi curhatan-curhatan yang hanya menarik dibaca oleh orang yang mengenalmu saja ya? Bukan blog yang berisi informasi-informasi untuk diketahui publik."
Yup! Aku rasa benar. Dan pada kesempatan kali ini, aku ingin bercerita bagaimana rasanya menjalin hubungan dengan seseorang-yang
jika kalian (pembaca) mengenalku dekat, pasti tahu siapa yang kumaksud.

Sejak awal aku dekat dengan dia, dan memutuskan untuk menjalin hubungan. Bukan sekadar hubungan. Sulit mendeskripsikan hubungan kami untuk dipahami orang yang sedang dibuat paham tentang hubungan kami itu *hallah bahasane mbullet. Tapi ya emang ngono. Wk. Jadi, intinya akan sulit menyamakan persepsi orang lain dengan apa yang sebenarnya aku jalani dengan pasanganku. Karena memang sungguh rumit. Intinya hubungan yang berlandaskan cinta, komitmen, dan kesetiaan. Tanpa mau melegalkan dengan status "pacaran". Tentu kalian akan mencibir penjelasanku ini. Komentar negatif yang akan banyak bermunculan. Ya emang bagaimanapun hubungan laki-laki dan perempuan yang belum terikat pernikahan ya emang negatif. Itu sedikit pemahamanku. Nah, pasti pertanyaan berikutnya yang akan muncul adalah "Lha sudah tau kenapa mau berhubungan sebelum halal?" Lalu ada embel-embel "Aneh" (Memang aku dan dia sama-sama aneh. Itu ledekan kami berdua. Hihi) . Nah, jawaban dari pertanyaan itu, rumit juga. Dari pada kalian semakin bingung dan terbawa arus "aneh", mending langsung aja kita preteli satu-satu, apa yang aku rasakan alias bagaimana sih suka-duka menjadi pasangan seorang A***** F........
hihi. Oya, lagi nih, yang pasti semua ocehan dibawah ini semata-mata argumenku pribadi dan tidak bisa menjadi patokan. Mungkin misal aku katakan dia baik, beda lagi dimata kamu (pembaca), mungkin dia jahat. Entahlah. Hihi.

Pertama, menurutku, dia adalah lelaki paling sabar dibandingkan dengan lelaki lain. Untuk ini, ternyata aku pernah menulis status di facebook pada awal-awal hubunganku dengan dia, dan untungnya masih ada, jadi bisa aku capture>lagi-lagi buat kenangan. Siapa tahu jodoh. Hee. >p<


Kedua, dia itu setia banget! Dengan sifat moodyku yang sering mendadak berubah cuek banget. Tapi kadang juga sok-sokan mendramatisir yang berujung pada pernyataan, "Udah, gausah berhubungan dulu ya dari pada saling menyakiti!"
Lebay gitu deh. Untungnya ya kembali pada fakta pertama dan kedua ini, dia sabar dan setia! Gak komunikasi sampe berbulan-bulan ya ujung-ujungnya balik kandang (singkatan nama kita juga XD) :p hihi

Ketiga, dia tak kalah romantis dari lelaki lain. Banyak kawan yang rese dengan meledek bahwa pasanganku itu tak romantis. Mungkin mereka berasumsi itu karena setiap melihat aku bersama dengannya di depan teman-teman, menunjukkan sikap seperti tak saling mengenal. Padahal... Beh... Aku malah yang sering gak romantis! Tapi aku juga kadang romantisnya terlalu kreatif, sekalinya pengen romantis ya dengan cara-cara yang unik, antimainstream. Hihi.
Pernah beberapa kali, saat aku sok cuek karena sedikit ngambek, dalam sehari dia berkali-kali ngirim sms yang berisi lirik lagu romantis berbahasa Inggris, yang artinya (setelah aku searching) ternyata romantis abis!
wkwk.


Dia juga sering njemput aku di stasiun Poncol kalo aku balik dari kampung. Niat banget ya, padahal dia jauh, dari gunungpati, dan kosku hanya 10 menit dari stasiun Poncol. Sebenarnya aku bisa minta bantuan kakakku, tapi, ada tawaran dari yang jarang katemu, ya langsung di-iya-in aja deh! Hghg.
Dia juga pernah, pas ppl di Ambarawa, dia bilang kangen sama aku, padahal dia lagi banyak agenda di sana. Mbimbing siswanya lomba debat lah, dll. Tapi dalam sehari dia belain ke Semarang-Ambarawa hanya untuk ketemu aku barang beberapa jam. Hihi.
Dia juga sering memaksaku untuk mengantar aku pulang (jika kemaleman dari kampus), atau saat memilih menjemputku untuk makan bareng, dll. sebelum aku menjawab kadang dia sudah memberi aba-aba "Hop! Jangan bilang gak mau! Harus mau! Tunggu!" Hmm sebenarnya mungkin itu karena takut aku marah juga sih. Cewe kan emang gitu ya, aneh. Bilang 'gakusah', udah dituruti, eh ujung-ujungnya ngambek. -posisi kita sama-sama di area Unnes, karena aku juga membawa motor sendiri, kadang bikin agak ribet nek meh pergi ke tempat sekitar Unnes. Akhirnya sering kita pake motor sendiri-sendiri dan berjalan beriringan deh. Hihi.
*kok ini malah jadi semakin curhat banget yaa -_- mbulah.

Keempat, kadang dia kurang peka. Ini yang nyebeli. Tapi aku gak pengen panjang-panjang nyeritain kekurangan dia yang satu ini, karena katanya pasangan yang baik itu menutupi kekurangan/aib pasangannya. (ceiyleh..) *padahal yo iki wis  ngungkap aibe. Wkwk.

Kelima, kakak-kakakku begitu menyukai dia! Ah, aku sering dibuat jengkel mengapa dia bisa begitu pandai mencuri hati kakak-kakakku. Bahkan aku sering dimarahi kakak-kakakku jika aku bertengkar dengan dia. Apapun penjelasan dan pembelaan yang aku buat, pasti mereka menyalahkanku. Aku kadang sering heran, mengapa mereka begitu jahat pada adik mereka sendiri. Sebenarnya siapa adik mereka? Dia atau aku. Hash, daebak.
Itu juga yang menjadi alasan mengapa aku bolak-balik balikan (haha) sama dia. Kakak-kakakku pandai sekali kembali menyatukan kami. Nasehat yang selalu mereka katakan, "Sekarang susah nyari cowo baik. Kamu harusnya bisa mertahanin dia. Inget, gak ada orang yang sempurna. Wong kamu juga punya banyak kekurangan. Dia juga banyak yang suka, gak usah sok cuek dan gengsinan."
Ish.

Keenam, dia selalu membuatku kecewa dengan kenyataan yang tak sesuai harapanku. Ya, memang benar sih kata-kata Mendiang Soeharto ini...

Salahku juga sering berharap sesuatu yang mungkin berlebihan. Mungkin ini bisa terjadi karena aku beberapa kali menonton drama Korea. Ceritanya romantis-romantis banget. Nah, untuk masalah ini aku sebel banget karena sering terbawa ke cerita drama yang aku tonton dan membuatku bersikap seperti pemeran utama drama itu. Aku mendadak sok cuek dengan pasanganku. Kata-kata di smspun sok-sok bergaya percakapan Korea. Alhasil, hal ini pernah memicu keributan. Dia mengatakan, "Bagaimanapun cerita di film-film itu fiksi. Kok ya bisa-bisanya dibawa ke dunia nyata. Wong kok aneh."
*aneh lagi yaa. Sipp.

Terakhir, yang pasti dia begitu pandai membuatku mempertahankan hubungan ini. Aku sulit menghilangkan rasa padanya, terlebih melupakannya. Ingat kan tulisanku di blog ini yang berjudul "Finally, the story about you and me" Nah! ternyata itu bukan benar-benar finally. Ya masih berlanjut sampai sekarang ini. Rencana kita sih sampai nanti, sampai mati. Hihi. 

Beberapa percakapan yang membuatku terkesan,
Aku: "Kiran cinta mas karena mas ganteng, pinter, baik, sabar, setia. Kalo mas, apa yang membuat mas cinta sama Kiran?"
Dia: "Aku mencintaimu tanpa alasan, Nduk..." (ciat ciat ciat)

Lain waktu gini...
Aku: "Kiran pengen tanya sama mas, apa mas serius sama Kiran? atau hanya akan menjadikanku salah satu wanita di daftar mantan mas?"
Dia: "Kalo mas gak serius, Kiran udah tak lepas dari dulu. Tapi apa? mas selalu ingin kita berhubungan lagi kan? Mas tak pernah suka jika kita berpisah"
Hihi.

Yaa, akupun serius dan semakin memantapkan hati padamu Mas. Semoga, sikapmu padaku, kebaikanmu selama ini, takkan berubah sampai nanti, sampai mati.
Hmm yuk sama-sama lulus kuliah dulu, terus kerja, terus lamar aku ya! :p

Film tentang kita: "UP"
Yuuk. Goreskan kenangan indah kita bersama. <3

Mati itu sebuah misteri. Kita ingin mati bersama, tapi bisa saja tidak demikian. Jika aku mati mendahuluimu, maukah kau menjaga cintaku, anak yang lahir dari rahimku, dan selalu mengirimkan doa untukku? :')


Nah, ini juga film aku suka banget.

Inginkan lelakiku seperti si Rafi atau si Blue, yang mau menekan ego demi kebahagiaan wanita yang dicintainya. Mengatakan 'bagus' walau sebenarnya tak layak.
Dan aku, bisa seperti Eva atau Jewel, yang berusaha selalu memberikan yang terbaik untuk lelaki yang dicintainya: kasih sayang, kenyamanan; mengingatkan; mengimbangi dan menemani dalam suka dan duka. Hehee.
adsense 336x280

0 Response to " Rasanya Jadi Pasangan Kamu, Pasanganku "

Post a Comment