Saat aku menangis dalam kesendirian
Saat aku menangis seperti ini,
Akan ada yang memberikan bahunya untuk aku sandari,
Mengusapkan air mata yang mengalir di pipi ini
Membuat hati gundahku menjadi hangat dengan pelukan kasihnya,
meyakinkanku bahwa aku bukan wanita terburuk yang pernah ada.
Ya Tuhan.... sampai kapan aku harus menahan semua ini?
Rasa bersalah pada diri, rasa tak bersyukur, rasa yang
selalu merasa bodoh,
Rasa sepi, rasa tak menemui kebahagiaan
Saat aku merasa sendiri dan bodoh seperti ini,
Hanya rangkulan kasih sayangMu yang aku harapkan
Tak ada yang lain jika Engkau tak peduli pada diri ini
Diri yang aku pun belum begitu memahaminya.
Aku ingin dekat dan selalu dekat denganMu...
Apakah ini suatu ujian? Ataukah nasib/takdir yang akan
selalu aku rasakan?
Mengapa kehidupan yang sekarang aku rasakan tak seindah
dulu?
Saat ini aku seperti menjadi orang yang tak punya
siapa-siapa,
Yang sulit bergaul dengan setiap orang yang aku temui,
Dan entah kenapa saat ini aku sulit menemukan kecocokan
dengan orang baru
Mereka ku rasakan begitu berbeda dengan orang-orang yang aku
temui terdahulu
Ya tuhan , jika semua ini bentuk teguran dari Mu, aku ingin
Engkau membiarkanku berjalan dengan segala usaha perbaikan yang aku yakini
memang benar. Dan janganlah Engkau berhenti memberikan aku petunjuk, arah jalan
yang benar, yang akan membuatMu lebih menyayangi hamba sebagai seorang yang jauh
dari kesempurnaan. Dan biarkan aku menghadapi ini semua sebagai sebuah masalah
yang hanya “mampir” diperjalanan hidup hamba. Masalah yang sejatinya bisa
mendewasakan diri ini. aku tak menginginkan Engkau membuat hidupku tanpa
masalah, yang aku inginkan, betapapun masalah yang aku hadapi, tegarkanlah,
kuatkanlah, diri ini, diri yang lemah, namun janganlah engkau beri aku masalah
yang aku sendiri tak mampu menampungnya, terlebih untuk waktu yang begitu lama,
aku takut aku kehilangan sandaran, jiwa yang kuat hilang. Namun aku selalu
percaya bahwa Engkau tak akan membiarkan hambaNya yang selalu Engkau cintai,
menderita menghadapi masalah yang Engkau sendiri melihatnya.
Saat menangis karena sesuatu.
Pulang kuliah, pukul 5 sorean. 17 sept 2013.

0 Response to " Menangis "
Post a Comment